Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memasarkan produk pelaku usaha mikro kecil tersebut agar akses pasar semakin luas.
"Ini adalah bentuk apresiasi kepada usaha mikro kecil yang telah berproduksi dan tentunya kami bekerjasama dengan asosiasi pengusaha retail," kata Plt Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik usai membuka Kumitra di Teras Malioboro Yogyakarta, Jumat malam.
Menurut dia, kerja sama dengan Aprindo tersebut akan dilakukan dalam satu tahun ke depan dengan harapan dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM di beberapa daerah untuk memasarkan produk ekonomi kreatif mereka.
"Untuk kerja samanya kita lakukan satu tahun dengan harapan nantinya UMKM-UMKM yang sudah punya produksi baik itu secara kualitas maupun kuantitas maupun kontinuitas sudah memenuhi persyaratan," katanya.
Dengan langkah tersebut, kata dia, harapannya dapat memberikan kemudahan terhadap masuknya produk UMKM di mitra ritel modern, yang bahkan dibebaskan biaya listing fee atau uang pangkal pendaftaran produk baru.
"Nah ini kita harapkan bisa menjadikan kemudahan dan insentif untuk UMKM kita mendapatkan akses pasar yang lebih luas lagi, beberapa lokasi atau daerah sudah dan sekarang kita ingin melakukan itu lebih luas lagi," katanya.
Baca juga: Kemendag tetap kawal kualitas produk UMKM yang berhasil masuk ritel modern
Baca juga: Kemendag fasilitasi UMKM masuk jaringan ritel modern
Komitmen kerja sama dengan Aprindo tersebut juga dikuatkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kementerian UMKM di sela kegiatan pembukaan Kumitra tersebut.
"Itulah kenapa kami kerja sama dengan Aprindo yang mewadahi mitra secara nasional sekitar 500 mitra ritel modern yang ada di asosiasi, dan kita harapkan ini bisa menjadi bagian dari bersama kita yang luas," katanya.
Kementerian UMKM juga menargetkan kemitraan dengan pasar ritel modern tersebut dapat menjangkau sebanyak banyaknya pelaku UMKM di Indonesia, mengingat sektor industri kecil juga menjadi perhatian pemerintahan Presiden Prabowo.
"Kita berharap bisa sebanyak banyaknya, karena ini juga menjadi concern kita, dan kita sudah melihat banyak tempat apalagi Yogyakarta banyak sekali UMKM kita yang kreatif, produksi sudah ada, tinggal pasar yang lebih diperluas," katanya.
Baca juga: BPOM dan Indomaret perluas kolaborasi dukung UMKM masuk ritel modern
Baca juga: Pemkab Bekasi kerja sama dengan swasta perluas pasar UMKM
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































