Kemensos imbau masyarakat waspada cuaca ekstrem

3 months ago 16
...Kita himbau masyarakat, terutama yang sedang di jalan saat hujan deras, untuk berhenti sejenak di tempat aman

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berkendara di tengah hujan lebat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa hujan deras disertai angin kencang dan petir berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun bencana alam, sehingga masyarakat diimbau berhenti sementara dan mencari tempat aman jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Kita himbau masyarakat, terutama yang sedang di jalan saat hujan deras, untuk berhenti sejenak di tempat aman. Kita tidak tahu apa yang bisa terjadi, apalagi kalau disertai angin kencang,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya mengikuti informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau otoritas terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem secara tepat waktu.

Selain imbauan keselamatan, Kementerian Sosial juga menyiapkan bantuan sosial darurat bagi warga terdampak bencana alam maupun bukan alam. Bantuan tersebut mencakup dukungan logistik, kebutuhan dasar, hingga layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan.

Baca juga: Cuaca ekstrem, pesantren di Bandung Barat roboh dan satu meninggal

“Tentu bantuan sosial disiapkan, baik untuk bencana alam maupun bukan alam, juga berupa tim dan bantuan logistik. Kami menyalurkan banyak bantuan dalam rangka perlindungan sosial dan rehabilitasi sosial ketika terjadi bencana,” katanya.

Untuk itu, Saifullah juga menyerukan ajakan bagi masyarakat agar memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi potensi bencana di musim hujan dengan saling membantu, tetap tenang, dan memperhatikan keselamatan diri serta keluarga.

Hal tersebut sebagaimana imbauan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang melaporkan kewaspadaan potensi bencana selama masa peralihan musim dari musim kemarau ke penghujan.

BNPB meminta imbauan itu mendapat perhatian dari masyarakat menyusul dalam beberapa hari terakhir bencana hidrometeorologi basah seperti banjir tanah longsor, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang mendominasi di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca di Jabar tekan potensi banjir

Baca juga: Sebanyak 772 rumah rusak akibat cuaca ekstrem di Mande-Cianjur

BNPB mengkonfirmasi Sukabumi, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang dilanda banjir dan tanah longsor, Senin (27/10), tercatat sedikitnya jumlah korban terdampak ada 612 kepala keluarga atau 1.835 jiwa hingga kerusakan pada infrastruktur dan fasilitas publik.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |