Kemenpar pacu pergerakan wisatawan Nusantara lewat GATF 2026

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya memacu pergerakan wisatawan nusantara dan menjadikan Indonesia sebagai pilihan utama destinasi perjalanan melalui pergelaran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026.

"Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Made menyampaikan perjalanan wisatawan nusantara pada semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri terus meningkat dan perlu dijaga. Sebab perjalanan wisatawan nusantara memiliki efek berganda karena dapat turut menggerakkan sektor transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM di daerah tujuan.

Baca juga: Menpar: Pembangunan pariwisata wajib pastikan keberlanjutan alam

Baca juga: Kemenpar pilih 269 peserta untuk Program Pemagangan Nasional

Maka dari itu, melalui pameran pariwisata yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) itu diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan inspirasi perjalanan sekaligus memanfaatkan beragam pilihan tiket dan konektivitas dari Garuda Indonesia, serta paket-paket wisata untuk menjelajahi destinasi di Indonesia.

Made menyebut Kementerian Pariwisata turut menghadirkan stan "Wonderful Indonesia" dengan tema "Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja". Terdapat 8 pelaku industri terkurasi yang mengikutinya yakni Selaras Jiwo Journey; PT. Flores Fantastic Tours; Remen Jawi; Tanjung Lesung Resort; Antik Hospitality Service; Sejiva; Explorer.id dan Always Tour & Event Management.

masyarakat diharapkan menemukan beragam pilihan perjalanan dan paket wisata untuk mewujudkan rencana liburan di berbagai destinasi Indonesia.

Menurutnya, konektivitas yang baik membuka akses menuju berbagai destinasi, sementara kesiapan produk dan layanan pariwisata mendorong pariwisata berkualitas dengan wisatawan yang tinggal lebih lama, kembali berkunjung, serta merekomendasikan pengalamannya kepada orang lain.

“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.

Dia turut menyatakan bahwa Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pertumbuhan pergerakan wisatawan nusantara dan memastikan sektor pariwisata terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made.

Baca juga: Menpar sebut total perkiraan kerugian kebakaran Desa Sade capai Rp34 M

Baca juga: Kemenpar fokuskan anggaran tahun 2027 untuk perbesar dampak ekonomi

Baca juga: Komisi VII DPR minta Kemenpar alokasikan anggaran tangani NTT pascagempa

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |