Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa melakukan layanan dasar lagi dalam seminggu, dengan fokus operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan di Jakarta, Minggu, khusus RSUD Nagekeo yang rusak berat akan dikirimkan set RS Mobil, termasuk fasilitas ruang operasi ke Nagekeo.
Sementara itu, katanya, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai RS rujukan dari Nagekeo.
Agus menjelaskan dari 21 RS di delapan kabupaten dan kota NTT ada enam yang rusak ringan dan tiga yang rusak berat. Sementara itu 16 RS beroperasi penuh, empat beroperasi sebagian, dan satu belum beroperasi.
Baca juga: Operasi SAR difokuskan pada 2 kabupaten di Flores pascagempa Nagekeo
Selain itu, kata dia, dari 190 puskesmas di NTT, 122 beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum beroperasi. Sebanyak 11 rusak ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat.
"Diharapkan dalam dua minggu seluruh puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan, dan imunisasi," katanya.
Pihaknya juga sedang dalam tahap finalisasi struktur Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk merespons bencana tersebut.
"Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obatan, akan diselesaikan tim HEOC besok agar bisa dipakai sebagai acuan tim relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa," kata Agus.
Baca juga: Gerak cepat, Bulog salurkan beras-minyak goreng bantu korban gempa NTT
Pihaknya juga akan mengirimkan delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit; 1.000 handscoon steril, 20 ribu handscoon non-steril, 20 ribu masker bedah medis; 10 unit oksigen konsentrator dan dua tenda pos kesehatan.
"Delapan tenda disiagakan apabila dibutuhkan EMT tipe 1 fix," katanya.
Gempa bumi terjadi pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 04.58 WIB dengan kekuatan magnitudo 7,7 dan pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.
Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami.
Baca juga: Dirut PLN: Personel dikerahkan penuh atasi listrik pascagempa NTT
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































