Kemenekraf jajaki sinergi ekosistem kreatif Indonesia–Jerman

3 months ago 48

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Berlin untuk memperkuat talenta kreatif Indonesia di pasar internasional.

“Kolaborasi internasional harus memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia, baik dalam bentuk akses pasar, jejaring global, maupun ruang kolaborasi lintas negara. Kita ingin talenta Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tampil di ekosistem internasional,” ujar Irene dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu.

Peluang yang dibahas meliputi pertukaran talenta kreatif, penguatan jejaring startup, serta perluasan akses pasar internasional bagi talenta kreatif Indonesia.

Baca juga: Kemenekraf dan Kemlu kolaborasi perkuat narasi ekraf di forum global

Dalam pertemuan tersebut, AsiaBerlin memaparkan sejumlah program yang berpotensi dikolaborasikan bersama Kementerian Ekraf, di antaranya partisipasi Indonesia dalam AsiaBerlin Summit 2026, pengembangan aktivasi kreatif Jakarta–Berlin, hingga peluang keterlibatan kreator Indonesia dalam forum inovasi dan jejaring kreatif di Eropa.

Wamen Ekraf juga menegaskan pentingnya penguatan posisi Indonesia dalam ekosistem kreatif global melalui kolaborasi lintas negara.

"Kita ingin memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki produk kreatif, tetapi juga kapasitas untuk membangun pengaruh melalui budaya, inovasi, dan talenta. Kolaborasi lintas negara menjadi penting agar karya kreatif Indonesia semakin terhubung dengan ekosistem global dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” kata Wamen Ekraf.

Baca juga: Kemenekraf - GBCI bahas konsep green building lewat kolaborasi kreatif

Selain itu, Kementerian Ekraf juga memperkenalkan sejumlah program internasionalisasi ekonomi kreatif yang tengah dipersiapkan, termasuk aktivasi kreatif Indonesia di Singapura yang akan melibatkan subsektor musik, fesyen, desain, arsitektur, dan hospitality.

Program tersebut dirancang untuk memperluas eksposur IP (Intellectual Property) lokal sekaligus membuka akses pasar dan jejaring internasional bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas peluang penguatan promosi produk kreatif Indonesia melalui pendekatan kolaboratif yang menghubungkan budaya, teknologi, dan pengalaman kreatif, agar karya kreatif Indonesia dapat hadir lebih relevan di pasar global.​​​​​​​

Baca juga: Kementerian Ekraf jajaki kolaborasi untuk memperkuat ekosistem esports

AsiaBerlin juga memperkenalkan Urban Green Goods Design Competition bertema "Together for Tomorrow: Bridging Cities, Shaping Futures" yang mengajak desainer dan kreator menghadirkan karya berbasis inovasi urban dan keberlanjutan. Kompetisi ini menjadi bagian dari penguatan hubungan kreatif Jakarta–Berlin sekaligus membuka ruang kolaborasi desain lintas negara.​​​​​​​

CEO dan Co-Founder Hi Incubator sekaligus AsiaBerlin Ambassador, Daniel Tumewu, menjelaskan bahwa Berlin saat ini berkembang sebagai salah satu pusat ekosistem kreatif dan startup di Eropa yang terbuka terhadap pertukaran ide, budaya, dan inovasi dari berbagai negara.

Baca juga: Menteri Ekraf bahas kolaborasi dalam monetisasi karya kreatif lokal

“Jakarta memiliki posisi strategis dalam hubungan dengan Berlin, termasuk melalui status sister city yang selama ini aktif berjalan. Kami melihat potensi besar Indonesia untuk terhubung lebih luas dengan ekosistem kreatif, startup, dan inovasi di Berlin,” ujar Daniel Tumewu.

Audiensi ini membuka peluang tindak lanjut kolaborasi antara Indonesia dan Berlin melalui program pertukaran talenta kreatif, forum internasional, hingga promosi lintas ekosistem yang melibatkan talenta dan pelaku ekonomi kreatif kedua negara.

Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama internasional yang berdampak bagi penguatan kapasitas, akses pasar, serta daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.

Baca juga: Pemerintah perkuat ekraf berbasis kawasan untuk atasi kemiskinan

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |