Kemendukbangga sebut tiga tantangan cegah stunting di NTT

3 months ago 26

So'e,TTS (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyebutkan ada tiga tantangan yang dihadapi dalam mengentaskan masalah stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jadi ada tiga tantangan yang dihadapi untuk mengatasi stunting itu sendiri,” kata Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Sukaryo Teguh Santoso di Kota So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri Puncak Acara Penguatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTT.

Dia menyebutkan tiga tantangan itu yang pertama tentang minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang stunting.

“Jadi memang tentang stunting ini memang perlu ditingkatkan lagi pemahamannya sehingga masyarakat paham,” ujar dia.

Baca juga: Mendukbangga ingatkan penanganan stunting tak sebatas diskusi

Tantangan kedua, adalah masih belum tepat sasarnya bantuan yang diberikan oleh pihak-pihak terkait untuk mencegah stunting.

Karena memang ujar dia pada umumnya, bantuan yang diberikan lebih ke tingkat balita yang sudah stunting.

“Bantuan untuk stunting ini memang banyak, namun tidak untuk pencegahan tetapi justru diberikan kepada balita yang sudah stunting,” ujar dia.

Padahal menurut dia, jika bantuan itu diberikan kepada balita usia tiga tahun keatas, pengaruhnya justru hanya 20 persen. Tetapi jika diberikan kepada balita usia dua tahun kebawah dampaknya bisa 80 persen.

Tantangan ketiga adalah belum adanya keterpaduan disetiap sektor. Menurut dia, selama ini semua sektor atau lembaga memiliki program, tetapi tidak di atas namun justru di level lapangan.

Karena itu Teguh mengajak semua komponen, serta mitra untuk bersama-sama untuk mencegah semakin meningkatnya masalah stunting khususnya di Nusa Tenggara Timur.

“Kementerian Lembaga, perguruan tinggi khususnya, akademisi, termasuk jajaran media dan masyarakat untuk membantu, mencegah stunting dengan baik,” ujar dia.

Baca juga: Kemendukbangga: Angka stunting masih tinggi pengaruhi kualitas SDM RI

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |