Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin menegaskan pelaksanaan gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan teknis dan mental siswa dalam menghadapi asesmen tersebut.
“Gladi TKA menjadi sarana simulasi bagi siswa dan satuan pendidikan agar memahami alur pelaksanaan, sekaligus memastikan kesiapan perangkat dan sistem. Kami ingin memastikan pelaksanaan TKA berlangsung lancar, kredibel, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna,” kata Toni di Jakarta pada Kamis.
Ia menerangkan kegiatan gladi TKA dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Denpasar, Makassar, Medan, Pontianak, dan Sorong menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta.
Salah satu siswa SMA Negeri 9 Denpasar, Nika De Helen Merlena Dewi mengatakan gladi tersebut membantu dirinya memahami mekanisme pelaksanaan TKA.
“Gladi ini sangat penting karena kami jadi tahu teknisnya, mulai dari login, pengisian soal, hingga mengatasi kendala. Jadi nanti saat pelaksanaan TKA kami lebih siap dan percaya diri,” ujarnya.
Baca juga: Soal petisi pembatalan TKA, Mendikdasmen: Presiden setujui tetap jalan
Sementara Kepala SMA Negeri 2 Sorong Rode Lidia Momot menambahkan TKA menjadi sarana inovatif untuk meningkatkan semangat belajar siswa.
“Kami merasa anak-anak harus belajar supaya memperoleh hasil yang memuaskan. TKA ini menjadi cara yang efektif untuk memotivasi mereka,” ujarnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Umum PP. IPP Ferdiansyah menegaskan bahwa TKA merupakan momentum penting untuk membangkitkan semangat belajar, memperkuat integritas, dan menumbuhkan karakter tangguh di kalangan pelajar Indonesia.
Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Darmin Mbula OFM menilai TKA sangat bermanfaat sebagai instrumen asesmen autentik, holistik, dan terstandar untuk mampu mengukur olah pikir, hati, rasa, dan raga para murid.
Dengan begitu, lanjutnya, peserta didik dapat hidup secara utuh, mencintai tanah air, dan terus belajar menjadi warga negara yang beriman dan bertakwa, kreatif, mandiri, berpikir kritis, mampu berkolaborasi dan berkomunikasi, serta sehat secara jasmani dan rohani.
“TKA memungkinkan pendidikan tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang beriman, kreatif, mandiri, berpikir kritis, dan mampu berkolaborasi, sehingga setiap murid dapat berkembang secara menyeluruh demi kebaikan bersama dan peradaban cinta (civilazation of love) persaudaraan manusia semesta,” kata Darmin.
Baca juga: Gubernur Jatim serukan kesiapan internet dan mental siswa jelang TKA
Baca juga: Simak tata tertib peserta TKA 2025 sesuai Kepmendikdasmen
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































