Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan akan mendukung penguatan ekosistem perfilman Indonesia, salah satunya melalui dukungan dalam penyelenggaraan Jakarta World Cinema (JWC).
Menbud dalam pertemuan dengan penyelenggara JWC menyampaikan agar talenta-talenta muda di perfilman Indonesia dapat berkolaborasi dengan para sineas senior.
"Kita harap semua orang yang bertalenta di daerah-daerah nantinya bisa dapat kesempatan dan melihat festival besar seperti misalnya Cannes," kata Fadli dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.
Baca juga: Menguak harmoni alam dan budaya lewat "The Botanist" di JWC 2025
Jakarta World Cinema tahun ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober dengan agenda pemutaran film pemenang, dan pemberian sejumlah penghargaan yang telah ditetapkan, selain itu juga akan diberikan penghargaan bagi para aktor dan aktris terbaik, serta sejumlah sutradara pemenang juga direncanakan hadir untuk berbagi pengalaman melalui sesi masterclass.
Fadli juga menyebut bahwa lomba penulisan skenario yang merupakan program Kementerian Kebudayaan, dapat lebih dipasarkan, misalnya melalui film market, menurutnya skenario terbaik dari lomba tersebut nantinya dapat diberikan matching fund untuk diproduksi menjadi film.
Director of Public Affairs JWC, Razka Robby Ertanto menyampaikan bahwa dalam pengembangan talenta, pihaknya telah menerapkan skema pembinaan berkelanjutan bagi pemenang kompetisi film pendek melalui pengembangan proyek film panjang.
Baca juga: Film pendek "Wahyu" favorit penonton di Jakarta World Cinema 2025
Program ini menurutnya tidak berfokus pada hadiah uang tunai, melainkan kesinambungan regenerasi sineas dan pembukaan peluang bagi pendatang baru di industri perfilman nasional.
Selain itu juga dibahas skema pembiayaan melalui mekanisme matching fund Dana Indonesiaraya, skema tersebut, lanjut Menbud, pembiayaan produksi film dapat dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan industri.
Kementerian Kebudayaan menyambut baik upaya memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui kerja sama dengan berbagai pihak, terutama para sineas dan pihak swasta.
Hal tersebut dilakukan melalui berbagai agenda di bidang perfilman, mulai dari pengembangan talenta, pembiayaan, distribusi, hingga perluasan jejaring internasional, ke depan diharapkan dapat meningkatkan daya saing perfilman Indonesia di tingkat global.
Baca juga: Menbud soroti sinema sebagai jembatan budaya di penutupan JWC 2025
Baca juga: Ini dilema menjadi perempuan dalam film JWC 2025 "The Period of Her"
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































