Kemenbud bahas perluasan kerja sama di bidang sastra dengan Azerbaijan

3 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan membahas penguatan dan perluasan kerja sama kebudayaan dengan Duta Besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia di bidang sastra, warisan budaya serta pertukaran kegiatan kebudayaan.

“Indonesia dan Azerbaijan memiliki banyak kesamaan nilai budaya, termasuk dalam tradisi sosial dan sejarah. Ke depan, kerja sama kebudayaan ini perlu dieksplorasi lebih jauh, terutama di bidang sastra dan warisan budaya," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (12/1), Fadli menyatakan bahwa Indonesia memandang Azerbaijan sebagai mitra yang memiliki kedekatan nilai budaya dan sejarah.

Kedekatan tersebut menjadi dasar penting untuk mendorong kerja sama kebudayaan yang lebih terstruktur dan saling menguntungkan.

Potensi kolaborasi di bidang literatur, kata dia, dapat terjalin lewa kerja sama dengan Museum of Literature di Azerbaijan yang dinilai memiliki kemiripan narasi antara kisah Layla Majnun dari Azerbaijan dengan kisah Panji dari Indonesia, sehingga dapat menjadi pintu masuk dialog sastra dan pertukaran pengetahuan budaya.

Fadli pun menyampaikan usulan serta permohonan dukungan Azerbaijan terkait perluasan nominasi tradisi Iftar sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) di UNESCO. Tradisi Iftar sebelumnya telah terinskripsi pada tahun 2023 melalui pengajuan bersama Azerbaijan, Iran, Türkiye, dan Uzbekistan.

Baca juga: Kemenkebud hadirkan program buat perkuat desa sebagai pondasi budaya

Fadli berharap Azerbaijan dapat mendukung upaya Indonesia untuk memperluas nominasi tradisi Iftar sebagai warisan budaya takbenda bersama, sekaligus membuka peluang nominasi bersama lainnya. Ia juga mendorong penyelesaian nota kesepahaman (MoU) kerja sama kebudayaan.

“MoU kebudayaan ini penting sebagai dasar hukum untuk memperluas kerja sama, termasuk penyelenggaraan kegiatan kebudayaan secara resiprokal, baik di Indonesia maupun di Azerbaijan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia tengah berproses untuk kembali aktif di ISESCO dan memandang peran organisasi tersebut strategis sebagai wadah kerja sama kebudayaan negara- negara Islam.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Azerbaijan Ramil A. Rzayev menyampaikan Indonesia dan Azerbaijan memiliki banyak kesamaan tradisi dan nilai sosial.

“Meskipun jarak geografis cukup jauh, masyarakat Azerbaijan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan tradisi dan nilai. Hal ini menjadi dasar kuat untuk mempererat kerja sama kebudayaan,” ujar Rzayev.

Rzayev menilai Indonesia semakin diminati oleh masyarakat Azerbaijan khususnya generasi muda. Saat ini, minat terhadap bahasa, sejarah, dan kebudayaan Indonesia berkembang melalui berbagai pusat studi dan kegiatan budaya di Azerbaijan.

Hal lain yang disampaikan yakni harapan agar Indonesia dapat mendukung penyelenggaraan Azerbaijan Cultural Days di Indonesia, sekaligus rencana presentasi e-book berjudul Karabakh Khanate.

Baca juga: Kemenkebud pindahkan Prasasti Muara Cianten agar tak terkena erosi

Baca juga: Azerbaijan gelar peringatan Perang Patriotik di Masjid Istiqlal

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |