Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Togar M Simatupang mendorong seluruh dosen berstatus aparatur sipil negara (ASN) mengembangkan kompetensi diri secara positif dan berbasis kepada kebutuhan organisasi.
Dalam webinar pengembangan kompetensi dosen ASN di Jakarta, Rabu, ia menyoroti kebijakan pengembangan kompetensi ASN yang memberikan peluang untuk mendorong pembelajaran sepanjang hayat bagi SDM terbaik negeri.
"Di situ ada konsistensi, ada keselarasan. Jadi, ASN bukan mengembangkan kompetensinya sendiri-sendiri, tetapi ada suatu payung sehingga bisa memberikan sinergi dan kontribusi yang positif," katanya.
Ia mengatakan berbagai program pengembangan diri yang dilakukan, seperti visiting professor ataupun kolaborasi dengan industri dan internasional menjadi harapan Kemdiktisaintek untuk dilakukan para dosen.
Baca juga: Mendiktisaintek: Tunjangan kinerja dosen ASN paling lambat cair Juli
Meski demikian, ia mengingatkan para dosen untuk tidak lupa dengan prinsip tri darma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
"(Dosen) tetap dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalismenya, dan juga kontribusinya," ujarnya.
Ia juga memastikan pihaknya melakukan integrasi sistem manajemen sumber daya manusia atau yang dikenal sebagai sistem manajemen talenta.
Oleh karena itu, ia menekankan peluang pengembangan diri para dosen ASN perlu dimanfaatkan untuk menata pengembangan kompetensi dosen sebagai bagian integral dari perencanaan dan pengelolaan talenta perguruan tinggi.
"Kemdiktisaintek terbuka terhadap berbagai praktik baik atau best practice dan juga inovasi-inovasi untuk dapat kita terapkan dalam mendukung kebijakan nasional." demikian Togar M Simatupang.
Baca juga: Mendiktisaintek tekankan kemajuan negara berawal dari peran dosen
Baca juga: Tukin dosen ASN dan lembaran baru semangat pengabdian
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































