Kemarin, percepatan olah sampah jadi energi listrik hingga KLB campak

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warta humaniora kemarin, Minggu (12/4) masih menarik dibaca hari ini, mulai dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq yang meminta daerah mempercepat Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pada tujuh daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berikut rangkuman selengkapnya:

Kendalikan sampah, Menteri LH minta komitmen daerah percepat PSEL

Menteri Lingkungan Hidup(LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meminta komitmen daerah mempercepat Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Jambi raya.

Baca selengkapnya di sini.

Tangani sampah, Pemkot Bogor usul bangun PSEL di kawasan Kayumanis

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengusung Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara regional sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah lintas wilayah.​​​​​​​

Baca selengkapnya di sini.

Menteri PPPA tekankan pentingnya peran perempuan cetak generasi unggul

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya peran perempuan dalam melahirkan generasi penerus yang unggul dan berkualitas.​​​​​​​

Baca selengkapnya di sini.

Sekolah Rakyat selamatkan anak yatim putus sekolah dan hobi tawuran

Di usia senjanya yang telah menginjak 74 tahun, Ibu Welas tak lagi mampu berjualan sayur keliling seperti dulu, namun satu hal yang masih ia genggam erat adalah harapan: masa depan cucunya, Julio.​​​​​​​

Baca selengkapnya di sini.

Kemenkes tetapkan KLB campak di tujuh daerah Sulawesi Selatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pada tujuh daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto dan Luwu Timur.​​​​​​​

Baca selengkapnya di sini.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |