Kecelakaan Tol Krapyak, Kakorlantas tekankan pencegahan menyeluruh

1 month ago 19

Jakarta (ANTARA) - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Polisi Agus Suryonugroho menekankan pentingnya pencegahan kecelakaan lalu lintas secara menyeluruh dan kolaboratif menyusul terjadinya kecelakaan bus di pintu keluar Tol Krapyak, Semarang.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas tidak hanya terjadi karena satu faktor tunggal, tetapi juga kombinasi antara faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, dan lingkungan sehingga diperlukan pencegahan menyeluruh, terlebih pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Aparat kepolisian, operator jalan tol, perusahaan transportasi, pemerintah daerah, dan masyarakat harus bersinergi agar kejadian serupa tidak terulang, terlebih di masa libur panjang Nataru," kata Agus di Jakarta, Selasa.

Agus mengungkapkan berdasarkan hasil penanganan awal di lapangan, kecelakaan di Tol Krapyak merupakan kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah bus penumpang.

Kendaraan tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi, kehilangan kendali saat melintas di ruas jalan tol, menabrak pembatas jalan, dan kemudian terguling.

Baca juga: Bus terguling di Semarang tewaskan 15 penumpang

Peristiwa tersebut, kata Agus, mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar sehingga harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

"Ini menjadi peringatan keras bahwa faktor kecepatan, kondisi pengemudi, serta kesiapan kendaraan sangat menentukan keselamatan di jalan," ucapnya.

Kakorlantas juga mengingatkan para pengemudi, khususnya pengemudi angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri saat kelelahan, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum beroperasi.

"Jangan memaksakan diri mengemudi saat lelah atau mengantuk. Istirahat yang cukup dan kepatuhan terhadap batas kecepatan adalah kunci utama keselamatan," ucapnya.

Baca juga: Kemenhub: Hasil uji kalaikan bus kecelakaan Tol Krapyak tak laik jalan

Selain itu, Kakorlantas meminta para operator jalan tol dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan, termasuk penambahan rambu peringatan, pengaturan kecepatan, serta optimalisasi sistem pemantauan lalu lintas.

Korlantas Polri, kata dia, akan mengintensifkan penegakan hukum melalui patroli dan pemanfaatan teknologi, seperti ETLE (tilang elektronik), terutama pada ruas tol yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama arus libur Nataru.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi demi melindungi nyawa diri sendiri dan orang lain," katanya.

Ia berharap dengan meningkatnya sinergi seluruh pihak dan kesadaran masyarakat, mobilitas selama libur Nataru dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.

Baca juga: Anggota DPR minta Kemenhub evaluasi total kecelakaan bus Tol Krapyak

Baca juga: Menko AHY segera evaluasi regulasi imbas kecelakaan bus Tol Krapyak

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |