Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat revitalisasi jalur lintas Gayo Lues-Aceh Timur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor dengan menghadirkan tambahan dua alat berat berupa ekskavator.
Berdasarkan pantauan ANTARA di Desa Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu, terdapat sebanyak dua truk yang membawa alat berat bergerak menuju wilayah Desa Pining, sekitar 40 kilometer dari pusat Kabupaten Gayo Lues.
Diketahui, jalan menuju wilayah tersebut kini telah dapat diakses. Namun, sejumlah material sisa bencana seperti sisa longsoran tanah dan batuan besar masih terdapat di sejumlah titik.
Di samping itu, terdapat pula bagian jalan yang hilang, baik tertimbun reruntuhan tanah maupun ikut longsor terbawa air. Sehingga, sejumlah jalan alternatif juga dibuat oleh masyarakat bersama relawan, pemerintah, TNI AD, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Tinjau rekonstruksi di Langkat, Komisi VIII pastikan negara hadir
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pihaknya terus mempercepat pemulihan infrastruktur konektivitas pasca bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Sumatera.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah membuka seluruh akses darat, meskipun kondisi di lapangan saat ini masih sangat menantang.
"Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif," ujarnya.
Data Kementerian PU menyebut terdapat 46 titik longsor dan 34 titik banjir yang berdampak pada 35 ruas jalan nasional serta 14 jembatan putus di Provinsi Aceh.
Kementerian PU juga mengupayakan perbaikan-perbaikan pada jalan nasional dengan pengisian agregat dan aspal pada jalan amblas, pemasangan bronjong dan geotekstil, pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT), penutupan longsoran dengan terpal, penimbunan ulang dan pemadatan.
Baca juga: Catatan dari Gayo: Jembatan putus, ketangguhan tak pupus
Baca juga: Rindu tertahan di garis terdepan
Baca juga: Satgas: 3.248 huntara di Aceh sudah rampung dari kebutuhan 16.294 unit
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































