Kebangkitan Spurs bersama raksasa: Victor Wembanyama

3 months ago 28
Secara teknis, perubahan besar terlihat pada cara Wembanyama mengelola ritme permainan. Ia lebih efisien dalam memilih tembakan, menurunkan percobaan tripoin dari 8,8 menjadi hanya 2,8 per pertandingan, tetapi meningkatkan akurasi keseluruhan hingga

Jakarta (ANTARA) - San Antonio Spurs memulai musim NBA 2025/2026 dengan cara yang belum mereka lakukan selama hampir satu dekade.

Empat kemenangan beruntun (4-0) membawa tim dengan pelatih baru Mitch Johnson kembali menjadi sorotan dengan pusat dari kebangkitan itu adalah Victor Wembanyama.

Setelah dua musim awal karier NBA yang jomplang dikarenakan cedera serius, pemain asal Prancis tersebut kini tampil dengan kedewasaan yang mencerminkan hasil evolusi panjang. Mengesampingkan julukan generasi fenomenal karena postur raksasa yang membebankan ekspektasi tinggi.

Tiga musim lalu, Wembanyama tiba di San Antonio dengan beban ekspektasi raksasa. Pemilihan Draft NBA 2023 yang menjadikan Wemby sebagai pilihan pertama, sama hebohnya seperti Draft NBA 2025 di mana Mavericks mendapatkan Cooper Flagg.

Musim rookie 2023/2024 menunjukkan kilasan masa depan Wemby yang gemilang. Pada musim pertamanya, ia mencatat 21,4 poin, 10,6 rebound, dan 3,6 blok per pertandingan.
Ia meraih gelar Rookie of the Year dan mengembalikan semangat publik Spurs setelah era Big Three Duncan-Parker-Ginobili berakhir.

Di tahun pertamanya, penampilan Wembanyama tidak jarang membuat penonton geleng-geleng kepala. Postur badannya yang setinggi 2,24 meter itu dengan mudah melakukan blok-blok spektakuler yang jarang terlihat sebelumnya.

Di samping keunggulan dalam blok dan defensif rebound, postur raksasa Wembanyama ternyata tidak membuatnya kaku dalam bergerak. Dia amat lincah dalam bermanuver, tajam dari tembakan jarak menengah dan jarak jauh, dan tentu saja tak terbantahkan di bawah ring.

Namun, performa individu itu tidak cukup untuk mengangkat tim bisa tembus ke babak playoff. Spurs hanya menuntaskan musim dengan 22 kemenangan, dan kalah 60 kali. Amat terlihat terdapat jurang lebar antara potensi dan stabilitas.

Baca juga: Wembanyama incar rekor bersejarah usai bawa Spurs raih catatan 4-0

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |