Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan perempuan tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga memiliki peran sebagai pemimpin perubahan.
"Perempuan bukan sekadar bagian dari perubahan, tetapi juga dapat menjadi pemimpin perubahan," kata Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Sigit menyampaikan hal tersebut saat membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu.
Konferensi internasional tersebut mengangkat tema "Women Leading Global Change" yang menekankan pentingnya partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam berbagai bidang.
Baca juga: Kapolri buka peluang Polwan pimpin Polri di masa depan
Menurut Sigit, penguatan peran perempuan masih relevan di tengah tantangan kesetaraan gender yang dihadapi masyarakat dunia.
Dalam sambutannya, ia mengutip Global Gender Gap Report 2025 yang memperkirakan masih dibutuhkan sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan gender sepenuhnya.
Kondisi tersebut, kata Sigit, menunjukkan perlunya partisipasi dan kepemimpinan perempuan yang semakin kuat di berbagai bidang.
Komitmen terhadap penguatan peran perempuan juga terus didorong di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polisi wanita (Polwan) telah bertugas sejak 1948 dan peran serta kontribusinya terus berkembang hingga saat ini.
Dari lebih dari 450 ribu personel Polri, sekitar 6,2 persen atau 29 ribu di antaranya merupakan Polwan.
Baca juga: Dua kali dipercaya dunia Indonesia kembali jadi tuan rumah IAWP
Sigit juga menyinggung HeForShe Award yang diterimanya dari IAWP pada 2023. Penghargaan tersebut, menurut dia, bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus mendorong kesetaraan dan memperluas kesempatan bagi Polwan untuk berkembang.
Komitmen itu turut diwujudkan melalui penyelenggaraan HeForShe Award setiap tahun sebagai bentuk penghargaan kepada Polwan yang menunjukkan prestasi.
Melalui IAWP 2026, Kapolri berharap polisi wanita dari berbagai negara dapat terus memperkuat kapasitas dan jejaring serta mengambil peran dalam menghadirkan perubahan yang bermakna.
Menurutnya, perbedaan negara, pengalaman, dan latar belakang tidak mengurangi semangat para polisi wanita untuk bersama-sama mendorong perubahan.
"Bersama, kita memberdayakan perempuan. Bersama, kita memperkuat kepolisian. Bersama, kita menjaga perdamaian. Dan bersama, kita memimpin perubahan global," ujar Kapolri.
Baca juga: Bertemu polisi 43 negara Polwan RI didorong naik kelas
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































