Kanal Pinglu resmi beroperasi, dorong perdagangan China-ASEAN

4 days ago 11

Nanning, China (ANTARA) - Kanal Pinglu di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, resmi beroperasi pada Rabu (16/9), ditandai dengan bertolaknya sebuah kapal kargo berkapasitas 5.000 ton.

Kanal yang rampung setelah dibangun sejak Agustus 2022 itu memangkas jarak rute pengiriman sejauh lebih dari 560 kilometer untuk kargo dari China barat daya ke pelabuhan pesisir, yang sebelumnya harus memutar hingga ke Pelabuhan Guangzhou.

Bermula dari muara Sungai Pingtang di Hengzhou, Nanning, ibu kota Zhuang Guangxi, Kanal Pinglu mengalir ke selatan hingga Teluk Beibu dan memasuki lautan.

Proyek itu membentang sejauh 134,2 kilometer dan dibangun dengan nilai investasi sebesar 72,7 miliar yuan (1 yuan = Rp2.634) dan memiliki kelas pelayaran tertinggi bukan hanya di China, tetapi juga di dunia, sehingga dapat dilalui kapal kargo kelas 5.000 ton.

Menurut sejumlah analis industri, Kanal Pinglu menjelma sebagai koridor arteri penting untuk pengiriman kargo antara China barat dan ASEAN. Kargo curah yang diimpor dari Indonesia, yaitu batu bara, bijih aluminium, karet, dan minyak kelapa sawit, kini dapat secara langsung memasuki pedalaman China via kanal tersebut. Sementara, produk baja, produk pupuk, peralatan mekanis dan elektronik China juga dapat diekspor ke Indonesia dan sejumlah pasar ASEAN secara lebih tepat waktu dan hemat biaya.

Area pelayanan Qinzhou di Kanal Pinglu di Qinzhou, Daerah Otonom Zhuang Guangxi, China selatan, Rabu (16/9/2026). ANTARA/XINHUA/Lu Boang

Guangxi Jingui Pulp & Paper Co., Ltd. merupakan perusahaan produsen produk kertas yang diinvestasikan oleh Sinar Mas asal Indonesia di Kota Qinzhou, Guangxi, dengan kapasitas produksi saat ini mencapai 1 juta ton pulp kimia-mekanis dan 1,9 juta ton karton putih berkualitas tinggi per tahun.

Produk karton putih tersebut terutama dipasarkan ke daerah China selatan di pasar domestik dan diekspor ke sejumlah pasar luar negeri.

Perusahaan tersebut menyampaikan bahwa setelah Kanal Pinglu rampung dibangun, material seperti kayu dan kalsit di sepanjang kanal itu dapat dikirim langsung ke pabrik melalui transportasi air. Produk jadi lalu diekspor melalui Pelabuhan Qinzhou ke pasar ASEAN dan pasar luar negeri lainnya.

Data dari Bea Cukai Qinzhou menunjukkan bahwa pada 2025, total komoditas curah yang diimpor dari Indonesia melalui Pelabuhan Qinzhou mencapai 11,521 juta ton, dengan nilai perdagangan mencapai 8,26 miliar yuan.

Sebuah kapal kargo bersiap untuk bertolak menuju Pelabuhan Yangpu di Provinsi Hainan, China selatan, melalui Kanal Pinglu dari Pelabuhan Nanning, Daerah Otonom Zhuang Guangxi, China selatan, Rabu (16/9/2026). ANTARA/XINHUA/Cao Yiming

Pelabuhan Teluk Beibu berfungsi sebagai gerbang maritim sekaligus pusat jalur keluar bagi transportasi antarmoda sungai-laut Kanal Pinglu. Pada 2025, pelabuhan tersebut menangani total throughput kargo sebesar 358 juta ton, meningkat 9,1 persen secara tahunan (year on year), sementara throughput peti kemasnya mencapai 10,0626 juta TEU, naik 11,6 persen.

Menyusul pembukaan Kanal Pinglu untuk pelayaran, Pelabuhan Teluk Beibu akan mewujudkan integrasi yang lebih erat antara jalur air pedalaman dan sistem pelabuhan laut, yang kian meningkatkan efisiensi pengumpulan dan distribusi kargo di pelabuhan tersebut, menyempurnakan sistem transportasi multimoda sungai, kereta, dan laut di sepanjang Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru, serta terus memperkuat pertukaran ekonomi dan perdagangan antara China dan ASEAN.

Wang Zhongyue, chairman Guangxi Xinlong Logistics Group Co., Ltd., menuturkan bahwa pembukaan Kanal Pinglu akan meningkatkan kualitas logistik, memangkas biaya, dan meningkatkan efisiensi terkait barang curah. Wang menyatakan bahwa perusahaannya memperoleh manfaat langsung di beberapa bidang, termasuk distribusi kargo curah, rantai pasokan lintas batas dengan ASEAN, serta kawasan industri perdagangan elektronik lintas batas menyusul pengoperasian kanal tersebut.

Menurut data resmi, Kanal Pinglu secara umum diperkirakan akan memangkas biaya logistik sebesar 18 hingga 30 persen. Hal itu akan menyuntikkan dorongan baru bagi perdagangan Tiongkok-ASEAN, yang telah mencatatkan momentum kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |