Kanada tegaskan lanjutkan kerja sama global meski AS tarik diri 

3 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Kanada menegaskan akan terus bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki nilai sejalan untuk tetap berkontribusi bagi komunitas global, meski Amerika Serikat menarik diri dari puluhan organisasi internasional, kata Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai, Selasa.

Berbicara dalam konferensi pers di Jakarta, Sarai menanggapi pertanyaan mengenai langkah Washington tersebut dengan menyatakan bahwa Ottawa tetap berkomitmen pada multilateralisme dan kemitraan internasional yang konstruktif.

“Kami memiliki banyak mitra lain di G7, G20, dan negara-negara lain, dan kami akan terus bekerja sama dengan mereka tanpa mengkritik pihak yang tidak melakukan hal yang sama,” ujar Sarai.

Ia menambahkan Kanada juga akan terus melobi dan mendorong negara-negara lain agar meningkatkan kontribusi mereka terhadap tujuan-tujuan global yang pendanaannya berkurang.

Menurut Sarai, pemotongan anggaran dan penarikan bantuan oleh AS maupun sejumlah lembaga internasional telah menyebabkan berkurangnya dana pembangunan internasional di berbagai kawasan.

Ia mengakui bahwa kekurangan dana tersebut tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh satu atau beberapa negara saja.

Namun, Sarai menilai masih banyak inisiatif yang muncul, termasuk pemanfaatan modal swasta, pembiayaan campuran, serta dukungan dari yayasan-yayasan filantropi untuk menutup sebagian kesenjangan pendanaan.

Sarai juga mengatakan negara-negara penerima bantuan kini semakin aktif mencari pendekatan alternatif untuk menyelesaikan persoalan pembangunan, tanpa terlalu bergantung pada negara atau organisasi yang memilih mundur dari kerja sama internasional.

Baca juga: Trump perintahkan penarikan AS dari 66 organisasi internasional

“Ke depan, kami akan terus bekerja sama dengan mitra lain yang justru meningkatkan kontribusi mereka. Kami melihat hal ini terjadi di kawasan Teluk dan di sejumlah negara lain yang ingin terlibat lebih jauh dalam pembangunan internasional,” katanya.

Pada 7 Januari, Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah Memorandum Kepresidenan yang memerintahkan lembaga-lembaga pemerintah AS menarik diri dari 66 organisasi internasional yang dinilai tidak lagi melayani kepentingan nasional AS.

Memorandum tersebut menginstruksikan seluruh kementerian dan badan eksekutif AS untuk menghentikan partisipasi dan pendanaan terhadap 35 organisasi non-PBB serta 31 entitas PBB yang dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, atau kedaulatan Amerika Serikat.

Baca juga: China tetap dukung PBB meski AS mundur dari puluhan badan multilateral

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |