Makassar (ANTARA) - Kalla kembali memperkuat geliat ekonomi di Kota Makassar melalui pengembangan area mixed-use Mal Ratu Indah (MaRI) atau disebut MaRI Extention yang ditandai ground breaking di project site eks Hotel Sahid, Makassar, Selasa.
Momentum itu menandai dimulainya tahap 1 pengembangan MaRI yang akan menghadirkan integrasi fungsi komersial dan hunian dalam satu kawasan strategis di jantung Kota Makassar.
“Pengembangan ini merupakan langkah yang luar biasa bagi kami, sekaligus menjadi kelanjutan dari Mal Ratu Indah yang kini telah beranjak sangat dewasa. Kami ingin memastikan MaRI terus tumbuh, beradaptasi, dan tetap relevan sebagai destinasi utama masyarakat,” ujar Executive Officer KALLA Solihin Jusuf Kalla.
Pengembangan area mixed-use MaRI dirancang dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan di area existing parkir yang mencakup perluasan area gedung parkir.
Adapun pada tahap kedua, pengembangan akan difokuskan pada perluasan area mal dengan luasan yang dirancang seperti mal existing saat ini, yang menghadirkan konsep ritel dan gaya hidup yang lebih modern dan terintegrasi.
Sementara itu, pengembangan apartemen akan terdiri atas 10 lantai hunian dengan 230 unit hunian dan 9 lantai parkir khusus penghuni.
"Pengembangan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat portofolio properti," ujar dia.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kawasan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kota.
“Pembangunan ini tentu akan memberikan dampak positif, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Kami berharap dapat melihat peningkatan jumlah angkatan kerja yang terserap dari hadirnya pengembangan Mal Ratu Indah," katanya menjelaskan.
Saat ini, kata Munafri, Makassar menjadi kota yang semakin dinamis dengan banyaknya pekerja yang datang dari luar daerah.
"Kami berharap perluasan MaRI dapat turut memenuhi kebutuhan gaya hidup dan belanja masyarakat,” ujar Munafri menambahkan.
Proyek pengembangan itu merupakan wujud realisasi dari perencanaan strategis jangka panjang yang telah disiapkan secara komprehensif selama kurang lebih dua tahun terakhir, mencakup proses perancangan arsitektur, kajian teknis, hingga pembongkaran eks Hotel Sahid sebagai bagian dari penataan kawasan.
Secara keseluruhan, proyek pengembangan kawasan mixed-use MaRI ditargetkan rampung pada tahun 2028. Pengembangan itu diharapkan mampu menjadi bagian penting dari pertumbuhan kawasan sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai pusat aktivitas ekonomi di Indonesia Timur.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































