Jakarta (ANTARA) - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho mengungkapkan beberapa fokus pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026 atau operasi pengamanan masa mudik Lebaran 2026.
"Kesiapan daripada Operasi Ketupat, tentunya kami mempersiapkan jalan tol dengan dinamikanya jalan tol," katanya di Jakarta, Kamis.
Agus mengatakan untuk jalan tol, diperkirakan terdapat bangkitan arus lalu lintas yang cukup tinggi sehingga harus dikelola dengan baik.
"Proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Tol Trans Jawa dan Sumatera itu 3,6 juta (kendaraan)," katanya.
Guna mengelola kepadatan di jalan tol, sambung dia, Korlantas Polri akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.
"Kami sudah siapkan skenario daripada pengaturan lalu lintas, baik alih arus, penjagaan. Nanti ada contra flow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan, Japek (Jakarta-Cikampek) Selatan, Japek Dua, itu nanti akan kita gunakan untuk arus balik dan beberapa tol fungsional," ucapnya.
Fokus selanjutnya adalah jalan arteri dan pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang.
Terakhir, fokus pengamanan operasi adalah tempat-tempat ibadah dan tempat wisata. Ia mengatakan bahwa Korlantas sudah mengidentifikasi lokasi tempat ibadah dan jalan-jalan menuju tempat wisata.
Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan bahwa Operasi Ketupat 2026 diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 13 Maret–26 Maret 2026.
Namun, ia belum bisa menjelaskan detailnya. "Nanti akan diumumkan oleh Mabes Polri, oleh Pak Astama Ops nanti kepastiannya seperti apa sehingga kebijakan dari pemerintah tentang work from anywhere," ucapnya.
Baca juga: Korlantas Polri siapkan empat klaster pengamanan di Operasi Ketupat
Baca juga: Polda Jabar matangkan persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026
Baca juga: Kakorlantas cek kesiapan personel dan sarpras jelang Ops Ketupat 2026
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































