Jateng respons cepat penanganan darurat peninggian tanggul sungai 

3 days ago 8

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespons cepat aduan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang mengeluhkan banjir berkepanjangan dengan mendatangkan alat berat untuk penanganan darurat, khususnya peninggian tanggul dan normalisasi sungai.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa permintaan warga relatif sederhana, yakni keberadaan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai agar tidak menimbulkan banjir.

Baca juga: Pemkot Pekalongan-20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi

"Laporan pertama saya terima saat berada di Pekalongan untuk menghadiri agenda lain. Dari komunikasi tersebut, diketahui banjir telah menggenangi wilayah itu hingga 17 hari," katanya.

Menurut dia, langkah tersebut penting sebagai bagian dari normalisasi sungai sekaligus penguatan tanggul sungai agar luapan air tidak terus berulang.

"Yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak, hanya alat berat untuk meninggikan tanggul. Ini bagian dari normalisasi sungai sekaligus membangun tanggul," katanya.

Taj Yasin mengapresiasi kesadaran warga yang mulai memahami salah satu penyebab banjir berasal dari aktivitas di bantaran sungai.

Pemanfaatan bantaran secara tidak terkendali, kata dia, menyebabkan penurunan elevasi tepi sungai, sehingga saat hujan deras, air mudah melimpas.

Warga Desa Tegaldowo Harmonis mengaku berinisiatif mengadu lantaran mengetahui Wagub Jateng sedang berkunjung ke Pondok Pesantren Roudhlotul Quran, Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan.

Baca juga: Banjir di Pekalongan, 11 kereta batal berangkat dari Jakarta

Baca juga: Kemenko Pangan-Bapanas salurkan sembako korban banjir di Pekalongan

"Telepon pertama tidak diangkat, kemudian beliau menelepon balik," katanya.

Kepala Desa Tegaldowo Budi Junaidi menjelaskan dampak banjir berdampak pada terganggunya aktivitas warga.

"Kami minta Sungai Sengkarang segera dinormalisasi, karena luapan airnya banyak berasal dari sana," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |