Kabupaten Bogor (ANTARA) - Suasana Lebaran di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Di kaki Gunung Halimun Salak itu, antrean kendaraan tampak mengular menuju kawasan wisata Nirmala; sesuatu yang dulu nyaris tak pernah terlihat.
Beberapa tahun lalu, Malasari lebih dikenal sebagai wilayah terpencil. Akses menuju desa ini tidak mudah, terutama saat hujan ketika jalan berubah menjadi licin dan berlumpur. Kini kondisinya berbeda. Arus kendaraan saat libur Lebaran bahkan disebut menyerupai kepadatan jalur Puncak pada akhir pekan.
Perubahan itu tidak datang tiba-tiba. Pembangunan Jalan Nirmala sepanjang 18,5 kilometer menjadi titik balik yang paling terasa. Jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui kini sudah dibeton, membelah hamparan kebun teh dan perbukitan.
Pembangunan Jalan Nirmala bersumber dari APBD Kabupaten Bogor 2025 melalui realokasi anggaran sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan daerah. Kegiatan itu dilaksanakan melalui skema Karya Bakti TNI bekerja sama dengan Kodim 0621 dan Korem 061 guna mempercepat proses pengerjaan tanpa melalui tahapan lelang yang panjang.
Betonisasi jalan di kawasan Nirmala, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri SetiawanBagi warga, kehadiran jalan tersebut bukan sekadar soal kemudahan berkendara. Selama ini, keterbatasan akses mempengaruhi banyak hal, mulai dari mobilitas harian, akses layanan kesehatan, hingga peluang ekonomi yang sulit berkembang.
Kini jarak tempuh menjadi lebih singkat. Warga lebih mudah keluar-masuk desa, sementara pengunjung dari luar mulai berdatangan. Kendaraan pribadi hingga rombongan wisata terlihat silih berganti menuju kawasan Nirmala.
Di kawasan itu bentang alam pegunungan, udara sejuk, serta jalur trekking dan air terjun menjadi daya tarik utama. Akses yang lebih baik membuat kawasan yang sebelumnya dianggap “jauh” kini terasa lebih dekat dan layak dikunjungi.
Dampaknya langsung terasa saat momen Lebaran. Warung-warung sederhana mulai ramai, pedagang musiman bermunculan, dan aktivitas ekonomi yang sebelumnya terbatas mulai bergerak. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan momentum ini untuk membuka usaha kecil.
Meski begitu, perubahan yang terjadi masih berada pada tahap awal. Lonjakan kunjungan memang membawa peluang, tetapi juga menyisakan pekerjaan rumah terkait pengelolaan kawasan wisata ke depan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Kawasan Malasari yang berbatasan dengan wilayah konservasi memerlukan perhatian khusus agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas wisata.
Infrastruktur dan konservasi
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































