Jakarta (ANTARA) -
Pemerintah Kota Jakarta Utara mencegah penularan penyakit Tuberkulosis atau TB dengan menggelar lomba "Kampung Siaga Tuberkulosis" yang dilakukan secara berjenjang di wilayah setempat.
"Lomba ini bukan sekadar penilaian kampung, tetapi kami melihat bagaimana upaya wilayah ini menurunkan stigma terkait TB," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Ika Dewi Subandiyah di Jakarta, Selasa.
Dia juga mengatakan bahwa lomba ini untuk menemukan kasus dengan cepat serta pemberdayaan masyarakat serta menciptakan lingkungan sehat.
Tim penilai lomba "Kampung Siaga Tuberkulosis" Tingkat Kota Jakarta Utara (Jakut) pada Selasa melakukan peninjauan lapangan ke tiga kelurahan di Kecamatan Cilincing, Koja dan Kelapa Gading.
“Kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut untuk sinkronisasi data yang telah dipaparkan,” kata dia.
Baca juga: Jakut skirining TBC dari pintu ke pintu rumah warga di Kelapa Gading
Ada enam Rukun Warga (RW) yang menjadi peserta lomba ini. Semua peserta telah mengirimkan data dan penyampaian paparan yang dilaksanakan pada Kamis (23/10).
"Hari ini ada tiga lokasi yang kami kunjungi, pertama RW 10 Kelurahan Kalibaru, RW 04 Kelurahan Koja dan RW 04 Kelurahan Pegangsaan Dua," kata dia
Pada Senin (27/10) kemarin, pihaknya telah menyambangi RW 01 di Kelurahan Penjaringan, RW 08 di Kelurahan Pademangan Barat dan RW 06 di Kelurahan Tanjung Priok.
Semua wilayah telah menunjukkan program dan inovasi terbaiknya. Dia berharap kunjungan dan masukan dari tim penilai ini dapat memberikan kemajuan pada "Kampung Siaga Tuberkulosis" di enam wilayah tersebut.
"Mudah-mudahan lomba ini juga bisa menjadi semangat para kader di wilayah untuk bisa sama-sama menjadi perpanjangan dari tim kesehatan dalam menanggulangi TBC bersama," kata dia.
Baca juga: 11.323 warga Jakarta Utara terjangkit Tuberkulosis pada 2024
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota (Setko) Jakarta Utara, Muhammad Andri mengatakan, semua wilayah telah memberikan komitmennya terhadap kebijakan dalam mengupayakan Kampung Siaga Tuberkulosis.
Bahkan, lebih dari itu, sarana dan prasarana, sumber daya, kearifan skrining, penemuan kasus, perlindungan penderita TB menjadi upaya dalam ketahanan dan pencegahan penyebaran TB di Jakut.
Ketua RW 10, Kelurahan Kalibaru, Geris Andries mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan dalam mencegah penularan, mulai dari sosialisasi, edukasi, skrining hingga pelacakan apabila ada data baru terkait TB.
Ia mengaku aktif dalam memberikan edukasi kepada warganya. Di RW 10 ada sembilan RT dengan jumlah lebih dari 3.000 jiwa. "Kami mengupayakan agar kasus ini tidak semakin meningkat," katanya.
Diharapkan melalui lomba ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. "Tentu harapan kami bisa menjadi yang terbaik," katanya.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































