Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta fokus pada penanganan banjir jangka pendek dan menengah dengan menyiapkan pompa-pompa serta membangun waduk di sejumlah lokasi.
“Memang penanganannya harus yang bersifat jangka pendek, jangka menengah. Kalau jangka panjangnya sudah terlalu panjanglah untuk dipikirkan," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Timur, Senin.
Pramono menjelaskan, penanganan banjir yang paling utama dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah menyiagakan sebanyak 1.200 pompa yang tersedia. Adapun pompa tersebut meliputi 600 pompa portable dan 600 pompa bergerak (mobile).
Dengan upaya tersebut, Pramono mengklaim, saat ini Jakarta lebih bisa mengatasi banjir dengan lebih cepat.
“Kalau lihat sekarang curah hujan yang seperti ini, dulu pasti sudah genangan dimana-mana. Sekarang karena selalu kita siagakan (pompa), termasuk sekarang di Ancol memang ada kenaikan permukaan air, langsung kita pompa,” katanya.
Baca juga: Pramono resmikan Waduk Cilangkap untuk kendalikan banjir Jakarta
Tak hanya menyediakan pompa, Pemprov DKI Jakarta juga membangun waduk di beberapa titik yang tersebar di seluruh wilayah sebagai upaya penanggulangan banjir.
Pada Senin pagi, Pramono meresmikan Waduk Cilangkap Batu Licin di Jakarta Timur (Jaktim).
“Di awal saya menjadi Gubernur, salah satu perhatian utama adalah banjir. Dan sekarang, ada yang seperti ini kurang lebih delapan kita bangun di seluruh wilayah Jakarta," katanya.
Pembangunan waduk ini secara langsung mengatasi persoalan genangan yang ada di tempat-tempat rawan banjir.
Baca juga: Jelang peresmian, ratusan personel bersihkan Waduk Giri Kencana Jaktim
Saat meninjau waduk tersebut, Pramono mendapatkan testimoni dari warga setempat bahwa kini sudah tidak terjadi genangan atau banjir saat terjadi hujan.
“Yang dulu kalau hujan seperti ini pasti genangannya dimana-mana. Sekarang dengan kapasitas waduk yang 92.000 m2, kedalamannya 6 meter (sudah tidak ada genangan)," katanya.
Tak hanya itu, Waduk Batu Licin juga dilengkapi dengan fasilitas olahraga seperti "jogging track" hingga lapangan basket. Kemudian, tersedia juga mushala di lokasi itu.
“Ini berdampak sangat positif bagi masyarakat. Apalagi ini di tempat yang padat penduduk sehingga saya mengharapkan mudah-mudahan yang lainnya ada tujuh (titik) lagi saya segera bisa resmikan supaya bisa termanfaatkan," katanya.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































