Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu akan mengevaluasi konsistensi permainan setelah kandas di BWF World Tour Finals 2025.
Menurut Felisha permainannya masih belum cukup konsisten terutama ketika menghadapi ganda yang berada di peringkat empat besar dunia.
"Evaluasi terbesar menurut saya adalah konsistensi, terutama saat menghadapi pasangan-pasangan empat besar dunia. Dari segi permainan, sebenarnya kami bisa mengimbangi tetapi di poin-poin akhir sering kali konsistensinya menurun sehingga lawan bisa langsung menjauh," ungkap Felisha dikutip dari keterangan PBSI, Jumat.
Kondisi yang inkonsisten saat bersua ganda empat besar menjadi persoalan yang menurut Felisha terjadi sepanjang tahun ini.
Baca juga: Putri KW puas dengan performanya di BWF World Tour Finals 2025
Jafar menambahkan bahwa pada debutnya World Tour Finals sudah mencapai hasil yang cukup maksimal meski belum bisa lolos ke babak selanjutnya.
"Memang hasil akhirnya belum seperti yang kami harapkan karena kami harus gugur dan tidak bisa lolos dari fase grup. Tapi kami terima hasil ini dan menjadikannya pelajaran. Semoga ke depannya kami bisa lebih kuat lagi, terutama untuk tahun depan," ujar Jafar.
Pada laga terakhir babak penyisihan grup, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mengalahkan ganda Malaysia Goh Soon Huat/Lei Shevon Jemie lewat skor identik 21-17, 21-17.
Kemenangan ini melanjutkan catatan positif Jafar/Felisha saat bersua Goh/Lei dengan mengantongi tiga kemenangan dari tiga pertemuan terakhir.
Baca juga: Jafar/Felisha ingin perpanjang rekor positif kala bersua Goh/Lai
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































