Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menyatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya seluruh korban kecelakaan (laka) kereta di Bekasi Timur yang saat ini dirawat di rumah sakit mendapatkan pelayanan terbaik.
Perintah itu langsung diberikan oleh Presiden Prabowo kepada jajarannya saat Presiden menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi.
“Beliau (Presiden, red.) memberikan petunjuk untuk seluruh korban yang dirawat untuk diberikan pelayanan terbaik,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mendengarkan langsung laporan-laporan dan masukan-masukan yang diberikan oleh tim dokter RSUD Bekasi mengenai penanganan korban.
“Beliau menyempatkan untuk sedikit diskusi mendengarkan masukan dari kepala rumah sakit terhadap penanganan korban, dan kebutuhan peralatan-peralatan di rumah sakit,” ujar Prasetyo Hadi.
Dari beberapa foto yang dibagikan oleh Sekretariat Presiden, setibanya di RSUD Bekasi pada pukul 08.39 WIB, Presiden Prabowo langsung masuk ke dalam poli bedah dan ruang inap pasien Bougenville untuk menjenguk beberapa korban luka-luka. Di RSUD Bekasi. Presiden Prabowo didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Di sisi ranjang pasien, Presiden Prabowo menemui para korban luka-luka dan berbincang-bincang singkat dengan beberapa dari mereka. Hal yang sama dilakukan oleh Seskab Teddy.
Baca juga: Prabowo jenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi
Baca juga: Presiden pastikan korban kecelakaan KA Bekasi dapat santunan
Presiden Prabowo kemudian juga menyempatkan diri untuk menyalami staf dan tenaga kesehatan RSUD Bekasi yang berbaris di sepanjang area yang dilewati oleh Presiden Prabowo.
“Saya hari ini, saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Jadi, saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah. Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” kata Presiden Prabowo di hadapan sejumlah wartawan selepas menjenguk para korban luka-luka di RSUD Bekasi.
Update korban jiwa
Dalam kesempatan terpisah, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan per Selasa pukul 08.45 WIB, ada 14 korban meninggal dunia akibat insiden gerbong kereta api jarak jauh (KA) Argo Bromo menubruk gerbong Commuter Line (KRL) di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Bobby melanjutkan sebanyak 84 korban luka-luka telah dirawat di beberapa rumah sakit, antara lain di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Kemudian, terkait barang-barang penumpang yang tercecer saat insiden tubrukan terjadi, Bobby menyatakan PT KAI telah mengamankan barang-barang tersebut, dan saat ini ada di posko lost and found.
“Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi, dan kebutuhan penanganan lebih lanjut,” demikian siaran pers dari PT KAI.
PT KAI saat ini menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi mengenai korban dan penumpang. Keluarga juga dapat menghubungi KAI melalui contact center 121.
Baca juga: Prabowo sampaikan belasungkawa ke korban kecelakaan kereta di Bekasi
Baca juga: KAI pastikan seluruh biaya pengobatan-pemakaman korban ditanggung
Baca juga: KAI pastikan korban insiden Bekasi Timur tertangani, buka posko info
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































