Isra Mikraj, Menag ajak umat peduli alam dan sosial lewat nilai Shalat

3 weeks ago 7
Shalat yang dilakukan secara benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan shalat tidak hanya memiliki nilai kesalehan spiritual, tetapi juga memiliki nilai kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam.

“Shalat yang dilakukan secara benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam pesan menyambut Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (SAW) 1447 Hijriah/2026 di Jakarta, Kamis.

Dalam peristiwa Mikraj, Menag menjelaskan Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu, yang bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga fondasi pembentukan kepribadian Muslim yang beriman, berdisiplin, dan berakhlak mulia.

“Shalat yang dilaksanakan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Baca juga: Menag RI sebut Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spritual

Menag menyoroti prinsip thaharah sebagai syarat sahnya shalat. Prinsip ini, menurutnya, mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu gerakan dan tata tertib shalat, kata dia, mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.

Menag juga menegaskan esensi Isra Mikraj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, kata dia, mengimplikasikan kesatuan ciptaan, bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).

Baca juga: Pantau persiapan Masjid Negara, Menag: Kemenag segera berkantor di IKN

“Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah, sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah ini, Menag mengajak seluruh umat menjadikannya sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Ia menilai krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh, yakni kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.

“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak,” kata Menag.

“Semoga peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik bagi kita semua dalam menguatkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial yang menjunjung tinggi keadilan dan kemaslahatan, serta kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kelestarian alam,” tambah Menag Nasaruddin Umar.

Baca juga: Ada ustad Das'ad Latif, ribuan warga Kepri hadiri tabligh Isra Miraj

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |