Tapsel, Sumatera Utara (ANTARA) - Penyintas tanah bergerak dari Desa Tandihat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mengaku lebih nyaman berada di hunian sementara (huntara) yang berada di Kelurahan Simarpinggan, karena fasilitas cukup baik.
Hantara tersebut dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Danantara, terletak di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, dengan kapasitas tempat tinggal mencapai 200 unit.
Seorang penghuni Huntara Simarpinggan, Arwin Dalimunthe di Tapsel, Kamis, mengatakan bahwa setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan Huntara Simarpinggan, ia bersama warga lainnya langsung menempati tempat tinggal sementara tersebut.
"Fasilitasnya cukup lengkap dan kami merasa terbantu," kata Arwin.
Kondisi rumah warga yang terdampak tanah bergerak di Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (19/2/2026). ANTARA/Khaerul IzanArwin mengaku senang mendapatkan huntara yang layak, karena selama dua bulan dia bersama warga lainnya harus berbagi tempat tidur di tenda darurat.
Menurut dia, tenda darurat yang ada masih sangat sempit, sebab satu tenda bisa diisi lebih dari 20 orang sehingga mereka harus berdesakan satu sama lainnya.
"Kalau di sini, ada kasur, kipas angin dan tidak berhimpitan, karena satu keluarga satu huntara," ujarnya.
Selain Arwin, pengungsi lainnya yang berada di Huntara Simarpinggan, Rudi mengatakan, meskipun ini merupakan hunian sementara, namun fasilitas yang diberikan sudah lebih layak.
Ia berharap, rencana pembangunan hunian tetap bisa segera terlaksana, agar warga yang mengungsi bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.
"Kami masih tetap berkebun, meskipun jarak dari huntara kurang lebih 17 kilometer," katanya.
Baca juga: Penyintas bencana tanah bergerak Tapsel buka puasa pertama di huntara
Baca juga: Bupati Tapsel pastikan penyintas bencana jalani Ramadhan di huntara
Baca juga: Polda Sumut gencarkan bersihkan rumah warga terdampak di Tapsel
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































