Human Initiative: Korban banjir Sumatera butuh akses air bersih

3 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Kemanusiaan Human Initiative menyebut korban banjir di Pulau Sumatera kini membutuhkan pasokan kebutuhan lanjutan yang beragam seperti akses air bersih yang stabil, perlengkapan sanitasi, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial bagi keluarga di lokasi pengungsian.

“Kebutuhan korban masih banyak yang mendesak, seperti perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi anak anak, lansia, dan kelompok rentan," kata Pimpinan Human Initiative Ferdiansyah dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.

Ferdiansyah menyampaikan bahwa seiring perkembangan kebutuhan tersebut, berbagai pihak menyesuaikan bentuk dukungan yang disalurkan agar tetap relevan dengan kondisi di lapangan.

Kolaborasi lintas organisasi dan sektor dinilai penting untuk memastikan bantuan tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga tahap pemulihan.

Ia pun memastikan bahwa penyaluran bantuan yang diamanatkan pada pihaknya hingga saat ini sudah mulai diterima oleh sebagian besar warga terdampak seperti di wilayah Aceh Tamiang.

Sementara itu, Director of Corporate Affairs ParagonCorp Astri Wahyuni menyatakan telah menyesuaikan pengiriman bantuan sesuai dengan kebutuhan lanjutan di wilayah terdampak, dalam kerja sama bersama berbagai mitra kemanusiaan termasuk Save the Children, Rumah Zakat, Kitabisa, Baitul Maal Merapi Merbabu hingga Illuni FKUI.

Baca juga: Lion Parcel salurkan lebih dari 10 ton bantuan pascabencana ke Sumatra

Salah satu bantuan yang telah disalurkan pihaknya yakni genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa untuk memastikan ketersediaan listrik bagi operasional rumah sakit pascabencana.

Ia menilai bahwa pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting bagi operasional layanan medis, terutama pada situasi darurat.

Sebagai bagian dari rangkaian upaya bersama tersebut, armada kemanusiaan telah mengirimkan bantuan logistik dalam jumlah besar dari Jakarta menuju wilayah terdampak di Sumatera.

Total bantuan yang dikirim mencapai 30 ton dan didukung oleh dua pesawat carter untuk mempercepat distribusi ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pada fase lanjutan, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pascabencana, meliputi akses air bersih, layanan kesehatan, penyediaan posko pengungsian, penyaluran sembako dan beras, serta operasional dapur umum.

Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah, melalui kerja sama dengan berbagai organisasi dan relawan kemanusiaan di lapangan.

Baca juga: Mandiri Inhealth bantu renovasi fasilitas terdampak bencana di Sumut

Ke depan, kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat terus berlanjut hingga fase pemulihan berikutnya. Penyesuaian bantuan dengan kebutuhan nyata di lapangan dinilai penting agar masyarakat terdampak dapat bangkit kembali secara bertahap, baik secara fisik maupun mental.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |