Hizbullah siapkan respons yang pantas untuk eskalasi Israel di Lebanon

6 hours ago 2

Beirut/Istanbul (ANTARA) - Hizbullah, Sabtu (15/8) berjanji akan memberikan respons yang "tepat" terhadap serangan Israel yang semakin intensif di Lebanon selatan, seraya menilai eskalasi tersebut didorong kepentingan politik dan elektoral kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan serangan Israel pada Sabtu pagi di Lebanon selatan meluas dan menyasar warga sipil. Kelompok itu menyebut serangan terbaru sebagai "eskalasi agresif" dan "pembantaian brutal".

Hizbullah menuduh Netanyahu berupaya memperkuat posisi politik domestiknya, mencapai tujuan elektoral dan menyenangkan kelompok sayap kanan melalui eskalasi.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan Israel yang kian intensif pada Sabtu pagi menewaskan 11 orang dan melukai 19 lainnya.

Hizbullah mendesak pemerintah Lebanon menggunakan "cara-cara yang tersedia" untuk menghentikan serangan Israel dan "tidak bersikeras melanjutkan jalur negosiasi langsung yang memalukan serta memberikan hadiah gratis kepada musuh."

Kelompok tersebut memperingatkan bahwa serangan Israel, pelanggaran dan upaya untuk menciptakan kondisi baru di Lebanon tidak dapat terus berlangsung.

"Israel harus memahami dengan baik bahwa serangan dan pelanggaran yang dibuatnya ... tidak dapat terus berlanjut dan akan mendapat respons yang tepat," demikian menurut Hizbullah.

Kelompok itu menyebut setiap respons sebagai bentuk pembelaan terhadap Lebanon, rakyat, kedaulatan dan martabat nasional negara itu.

Eskalasi terbaru terjadi meski Lebanon dan Israel mencapai kesepakatan kerangka yang disponsori Amerika Serikat pada 26 Juni. Kesepakatan itu mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon serta kelanjutan perundingan antara kedua pihak.

Israel terus melancarkan serangan terhadap Lebanon sejak 2 Maret, yang menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon telah menewaskan 4.335 orang dan melukai 12.277 lainnya.

Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki, dengan imbalan pengerahan tentara Lebanon di wilayah tersebut serta pelucutan kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah.

Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sebagian telah diduduki selama puluhan tahun dan sebagian lainnya sejak perang 2023-2024. Dalam serangan terbaru, pasukan Israel telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presiden Lebanon: Israel harus tinggalkan wilayah kami

Baca juga: Hizbullah desak Lebanon tolak berunding dengan Israel

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |