Jakarta (ANTARA) - Indonesia akan segera memulai reboisasi atau reforestasi di lahan seluas 12 juta hektare dalam beberapa tahun ke depan dengan menggunakan pendekatan kegiatan kehutanan yang menyejahterakan masyarakat.
"Indonesia sebagai negara kepulauan merasakan, menghayati bahaya dari perubahan iklim. Maka waktu itu Presiden Prabowo menegaskan kembali bahwa Indonesia akan segera memulai program reboisasi atau reforestasi dalam jumlah besar," kata Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo dalam rapat koordinasi akhir jelang COP30 di Jakarta, Rabu.
Dia menyebut langkah reforestasi seluas 12 juta hektare tersebut sudah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat pada 23 September 2025.
Baca juga: Dukung Brazil di COP30, Prabowo utus Hashim pimpin delegasi RI
Hashim mengakui proses penghijauan kembali 12 juta hektare kawasan terdegradasi bukanlah tugas yang mudah untuk dilakukan terutama oleh kementerian/lembaga yang melaksanakannya termasuk Kementerian Kehutanan.
"12 juta hektare dalam waktu tidak satu tahun atau dua tahun, tentu, tetapi kita harus mulai dan program yang kita tawarkan adalah program yang unik," jelasnya.
Reforestasi yang direncanakan tersebut akan menggunakan multiusaha atau multitanaman, agar program tersebut tidak hanya berdampak baik kepada lingkungan tapi juga masyarakat sekitar.
Baca juga: Pemerintah manfaatkan lahan negara dan BUMN untuk perumahan
Hashim mengatakan bahwa pohon yang menghasilkan buah-buahan tidak hanya akan menunjang kehidupan satwa liar agar dapat kembali hidup di habitat mereka tapi juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Reforestasi itu sendiri merupakan bagian penting untuk mewujudkan penyerapan sama lebih dari emisi yang dihasilkan atau kondisi net sink di sektor kehutanan dan penggunaan lahan (forestry and other land uses/FOLU) dapat tercapai pada 2030.
Baca juga: Menhut pastikan siap cabut IPPKH yang tidak lakukan rehabilitasi lahan
Baca juga: Dishut Sumbar: Menhut pesan pentingnya jaga kelestarian satwa endemik
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































