Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Sulsel diterjunkan untuk mendukung Tagana Kota Makassar dalam menjangkau warga terdampak di beberapa lokasi banjir, khususnya di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
“Dinas Sosial Provinsi melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar turun langsung membantu penanganan banjir. Tim Tagana Provinsi mensupport Tagana Kota Makassar untuk menjangkau para korban terdampak,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Kamis.
Selain membantu evakuasi dan pelayanan warga terdampak, Tim Tagana Provinsi Sulsel juga mendirikan tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat.
Salah satu tenda didirikan di wilayah Blok 10 Antang sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga yang terdampak.
Berdasarkan laporan kegiatan Tim Dinas Sosial dan Tagana Sulsel pada penanganan banjir di Kota Makassar tanggal 24 Februari 2026, sejumlah langkah telah dilakukan di lapangan, pemasangan tenda serbaguna, distribusi logistik ke dapur umum dan posko pengungsian, serta koordinasi penanganan pengungsi bersama Dinas Sosial Kota Makassar.
Baca juga: BPBD: 545 warga Makassar mengungsi di enam lokasi akibat banjir
Baca juga: Diguyur hujan dua hari, 356 jiwa di Makassar mengungsi akibat banjir
Baca juga: BMKG: Waspada potensi hujan sedang dan lebat di Sulsel hingga 1 Maret
Andi Sudirman mengatakan Tim Pemprov akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dan seluruh pihak terkait guna memastikan penanganan korban banjir berjalan optimal.
“Mohon doanya kami akan terus membantu masyarakat terdampak melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Tim Tagana Sulsel berkolaborasi Pemkot Makassar bangun tempat pengungsian sementara bagi korban banjir di Makassar. ANTARA/HO-Pemprov SulselPewarta: Abdul Kadir
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































