Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta para bupati/wali kota siaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Desember 2025.
"Seluruh daerah harus memastikan kesiapsiagaan penuh," kata Gubernur Ahmad Luthfi saat Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Semarang, Selasa.
Gubernur meminta para bupati/ wali kota harus terjun langsung di lapangan saat bencana terjadi.
"Jika terjadi bencana di wilayah Jawa Tengah, kepala daerah harus memimpin langsung di lapangan " tegasnya.
Menurut dia, penanggulangan bencana merupakan urusan bersama, bukan hanya tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ia mengatakan pemetaan tentang titik rawan bencana banjir maupun tanah longsor harus dilakukan.
Selain itu, kata dia, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan logistik juga harus menjadi perhatian.
"Sistem peringatan dini juga harus dijalankan hingga tingkat desa," tambahnya.
Menurut dia, tidak boleh ada ego sektoral dalam upaya penanganan bencana.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut dia, juga telah mengalokasikan Rp20 miliar anggaran bantuan tidak terduga yang siap dikucurkan ke daerah yang terkena bencana.
Baca juga: Kepala BMKG ingatkan siaga potensi bencana hidrometeorologi basah
Baca juga: Musim hujan, BPBD Cianjur gandeng Retana awasi & tangani cepat bencana
Baca juga: Siap siaga tanpa menunggu negara, membangun ketangguhan dari RT
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































