Gigi goyang bisa jadi menandakan masalah gusi dan penyangga gigi

1 month ago 33

Jakarta (ANTARA) - Dokter gigi spesialis periodonsia menyampaikan bahwa kondisi gigi goyang pada orang dewasa bisa jadi menandakan adanya masalah serius pada gusi dan tulang penyangga gigi.

"Gigi yang goyang adalah sinyal dari tubuh bahwa ada masalah serius dengan gusi dan tulang penyangga gigi," kata drg. R. A. Syanti W. Astuty, Sp.Perio, FISID, M.M. dari Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong dalam keterangan persnya pada Jumat.

Ia mengatakan bahwa gigi orang dewasa seharusnya dalam kondisi stabil. Ketika gigi mulai terasa longgar, berarti telah terjadi peradangan atau kerusakan pada jaringan gusi dan tulang rahang.

Pada orang dewasa, menurut dia, gigi goyang umumnya berkaitan dengan kerusakan jaringan penyangga gigi, terutama akibat penyakit gusi atau periodontitis.

Selain itu, kondisi gigi goyang pada orang dewasa dapat pula disebabkan oleh trauma akibat kecelakaan, kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism, serta penyakit sistemik seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol.

Menurut drg. Syanti, faktor-faktor tersebut dapat mempercepat kerusakan jaringan pendukung gigi dan meningkatkan risiko gigi tanggal.

"Terapi yang tepat dapat mencegah kerusakan jaringan gusi dan tulang lebih lanjut," katanya.

Baca juga: Kenali gangguan kesehatan yang ditandai dengan sakit gigi

Guna menangani masalah gigi goyang, drg. Syanti menjelaskan, dokter gigi harus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui tingkat keparahan dan penyebabnya.

"Pemeriksaan dan perawatan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi gigi goyang berkembang menjadi kehilangan gigi permanen," katanya.

Setelah itu, dokter gigi bisa menyarankan terapi berupa pembersihan karang gigi atau scaling, tindakan stabilisasi gigi atau splinting, atau operasi periodontal pada kasus tertentu.

Orang dengan masalah gigi dan gusi juga dianjurkan melakukan perawatan secara mandiri di rumah, seperti menyikat gigi dengan teknik yang benar, menggunakan benang gigi, serta menghindari kebiasaan menggigit benda keras.

Konsumsi makanan bertekstur lunak juga disarankan untuk mengurangi tekanan pada gigi yang bermasalah.

Baca juga: Gigi goyang tidak selalu harus dicabut menurut dokter

Baca juga: Dokter sarankan sikat gigi dua menit untuk kebersihan gigi menyeluruh

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |