Kabupaten Tanjung Jabung Timur (ANTARA) - Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (TanjabTimur) imbau nelayan waspada serta memperhatikan keselamatan terkait gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah pesisir perairan Jambi.
"Fenomena itu memang terjadi di Desember 2025 hingga Februari 2026, nelayan sudah tau risikonya. Kita ingin mengingatkan kembali agar nelayan waspada, apalagi kemarin baru saja kapal nelayan tenggelam akibat di hantam gelombang," kata Kepala Dinas Perikanan Tanjab Timur, Hendri di Muara Sabak, Senin.
Ia menjelaskan, fenomena itu disebut dengan periode angin utara. Ketinggian gelombang saat ini bisa mencapai dua meter, bahkan lebih ketika disertai angin kencang.
Untuk itu, nelayan yang menggunakan kapal kecil di bawah 10 gross tonagge (GT) di sarankan tetap berada di wilayah aman di bawah empat mil laut demi keamanan dan keselamatan. Termasuk mempertahankan titik koordinat untuk memudahkan kordinasi jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.
Baca juga: Cuaca buruk, kapal feri lintasan Situbondo-Madura tertahan dua hari
Hendri menyarankan, sebelum berangkat ke laut nelayan disarankan selalu memantau kondisi cuaca terkini melalui situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Pemantauan cuaca tersebut dinilai penting, mengingat dalam satu pekan terakhir dua insiden kapal tenggelam terjadi di perairan Jambi.
Mengingat, dalam kurun waktu satu pekan terakhir, tiga peristiwa kapal tenggelam terjadi di pesisir Jambi tepatnya di perairan Selat Berhala dan Pangkal Duri. Akibat peristiwa itu dua orang nelayan di temukan dalam kondisi meninggal dunia, lima orang berhasil diselamatkan oleh petugas gabungan
Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diimbau selalu waspada, mengingat gelombang tinggi berpotensi menimpa pemukiman warga.
Baca juga: Mayoritas kota-kota besar berpotensi diguyur hujan ringan-sedang
Kasus terbaru, satu unit rumah warga di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dari data pemerintah daerah, jumlah nelayan di pesisir TanjabTimur tercatat sebanyak 6.000 jiwa, terbesar di lima kecamatan pesisir, meliputi, Sadu, Nipah Panjang, Sabak Timur, Kuala Jambi dan Mendahara.
"Bila tidak memungkinkan, jangan dipaksa demi keselamatan bersama, untuk masyarakat pesisir kita minta tetap waspada, ancaman gelombang masih berpotensi menghantam pemukiman," jelas Hendri.
Baca juga: 11 rumah di Desa Gangga I Minut rusak parah diterjang gelombang pasang
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































