Amerika Serikat (ANTARA) - Ford menarik kembali (recall) 86 unit Mustang Mach-E produksi 2023-2025 yang dilengkapi baterai lithium iron phosphate (LFP) karena kesalahan pada modul pengendali baterai (Battery Energy Control Module/BECM) pengganti dapat membuat sistem kendaraan membaca kondisi dan kapasitas baterai lebih tinggi dari keadaan sebenarnya.
Laman Carscoops, Sabtu (19/9) waktu setempat melaporkan, ketika BECM pengganti dipasang, modul tersebut menginisialisasi State of Health (SoH) baterai pada angka 100 persen seperti baterai yang baru keluar dari pabrik, alih-alih menggunakan kondisi kesehatan sebenarnya dari baterai yang sudah terpasang di kendaraan. Kesalahan ini berdampak jauh lebih besar daripada sekadar perbedaan satu atau dua persen.
Baca juga: Mustang Mach-E jadi armada tanggap darurat di New York
Karena mobil menganggap kondisi baterainya lebih sehat daripada keadaan sebenarnya, Ford mengatakan kendaraan juga dapat menampilkan State of Charge (SoC) yang lebih tinggi secara tidak akurat pada panel instrumen. Dengan kata lain, Mach-E dapat memberi tahu pengemudi bahwa daya baterai yang tersisa lebih banyak daripada kondisi sebenarnya.
Perbedaan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan pembatasan daya secara tidak terduga dan kemudian menyebabkan kendaraan kehilangan tenaga penggerak sepenuhnya. Pengemudi mungkin melihat lampu peringatan berbentuk kunci pas atau kura-kura ketika kendaraan mulai membatasi tenaga.
Baca juga: Ford Mustang Mach-E akan diproduksi di China
Ada kekhawatiran lain yang berpotensi lebih serius. Ford mengatakan perhitungan SoH yang tidak tepat dapat meningkatkan lithium plating di dalam sel baterai seiring bertambahnya siklus pengisian cepat DC.
Lithium plating yang parah dapat meningkatkan risiko pelepasan panas dari baterai dan berpotensi menyebabkan kebakaran kendaraan. Untungnya, belum ada indikasi bahwa masalah tersebut telah mencapai tahap itu.
Dalam pengajuan penarikannya, Ford mengatakan belum mengetahui adanya kecelakaan, cedera, atau kebakaran yang berkaitan dengan masalah tersebut. Ford juga belum menemukan laporan di lapangan yang secara khusus berkaitan dengan masalah perkiraan SoH yang terlalu tinggi.
Baca juga: Bos Ford tidak yakin EV jadi satu-satunya jalan ke depan
Solusinya adalah pembaruan perangkat lunak sederhana yang memungkinkan BECM mengenali dan kemudian menggunakan kondisi kesehatan sebenarnya dari baterai yang terkait.
Penarikan kembali ini berjumlah sangat kecil, tetapi juga menjadi pengingat menarik mengenai seberapa besar kendaraan listrik modern bergantung pada perangkat lunak untuk mengetahui secara tepat apa yang terjadi di dalam baterai.
Baca juga: Ford diwartakan siapkan sedan Mustang dengan empat pintu
Baca juga: Ford tarik 380 ribu SUV akibat masalah pada bangku baris kedua
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

















































