Fokus kedokteran, RI-Yordania perkuat kolaborasi pendidikan tinggi

1 month ago 18

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tanah air melalui penguatan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, khususnya bidang kedokteran dengan Kerajaan Yordania Hasyimiah.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kemdiktisaintek yang diwakili oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dengan Duta Besar (Dubes) Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, Rabu (7/1).

"Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kerja sama tersebut diimplementasikan secara nyata. Untuk tahap awal, mari kita fokus pada kerja sama pada bidang ilmu kedokteran karena penguatan ilmu kedokteran menjadi prioritas strategis dan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga medis, spesialis, serta pengembangan riset kesehatan yang kuat," kata Wamendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Wamen Stella menilai saat ini Yordania memiliki posisi yang strategis dan pengalaman panjang dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang diakui secara internasional.

Hal ini menjadikan Yordania mitra penting bagi Indonesia dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan riset kesehatan.

"Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami, bekerjasama dengan Yordania, salah satu pusat ilmu kedokteran di kawasan Timur Tengah, banyak orang datang ke Yordania untuk belajar dan mengembangkan medical sciences," ujarnya.

Dubes Yordania untuk Indonesia menyambut positif penguatan kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan universitas-universitas di Yordania untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia.

Yordania juga membuka peluang berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset terapan, serta keterkaitan antara universitas, layanan kesehatan, dan kebutuhan masyarakat.

Adapun kerja sama yang akan dikembangkan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program visiting professor, penelitian bersama, serta pengembangan kapasitas institusi pendidikan kedokteran.

Selain pendidikan dokter, kerja sama juga membuka peluang pelatihan tenaga kesehatan, termasuk perawat, agar memiliki kompetensi dan daya saing global.

Sebagai langkah tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk gugus tugas yang bertugas menyusun peta jalan kerja sama, mengidentifikasi program prioritas, serta memastikan keterlibatan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Pertemuan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia-Yordania yang telah terjalin sejak 1950 dan terus berkembang secara positif, khususnya di bidang pendidikan, sosial-budaya, serta pengembangan sumber daya manusia.

Penguatan kolaborasi Indonesia-Yordania ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat sains dan teknologi, serta mendorong perguruan tinggi Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.

Baca juga: Indonesia-Brasil jajaki peluang kerja sama riset dan pendidikan tinggi

Baca juga: Wamendiktisaintek ingatkan MoU bukan kolaborasi tanpa kerja sama nyata

Baca juga: Kemdiktisaintek buka peluang perkuat kerja sama riset dengan Australia

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |