Faktor usia dan gerusan air picu jembatan di Setu Jaktim mulai amblas

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kerusakan jembatan penghubung antarprovinsi di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang retak dan mulai amblas diduga faktor usia bangunan dan gerusan air di bagian bawah struktur jembatan.

"Diduga memang jembatan ini sudah berusia dan ada rongga di bawah yang sudah tergerus air, sehingga menyebabkan retaknya di atas jembatan ini," kata Lurah Setu Dwi Widiastuti di Jakarta, Kamis.

Dwi mengatakan, retakan awal mulai terlihat sekitar dua minggu lalu. Seiring waktu, kondisi jembatan kian memburuk hingga terjadi penurunan pada badan jalan.

"Penyebab jalan jembatan ini yang terjadi kerusakan retak itu sekitar dua minggu yang lalu," ujarnya.

Menurut Dwi, rongga di bagian bawah jembatan membuat struktur tanah tidak lagi stabil. Hal itu mengurangi daya dukung konstruksi sehingga memicu amblasnya permukaan jalan.

Jembatan tersebut diketahui merupakan penghubung wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, tepatnya Bekasi.

Selain menjadi akses antarprovinsi, jalur ini juga dikenal sebagai rute tercepat bagi warga, sehingga cukup padat dilalui kendaraan setiap harinya.

Baca juga: Warga keluhkan Jalan Kampung Kramat Cipayung yang retak

Meski tersedia jalur alternatif seperti melalui Tol PLN dan Jalan Kapuk–Sumir, banyak pengendara tetap memilih jalur ini karena lebih efisien waktu tempuhnya.

"Iya ini jembatan penghubung antarprovinsi. Ada beberapa rute, rute lain ya mungkin dari yang melintas tol, ada Tol PLN, Jalan Kapuk Sumir, tapi memang ini yang lebih cepat, jadi lebih padat," jelas Dwi.

Saat ini, kondisi jembatan dinilai semakin mengkhawatirkan. Permukaan jalan terlihat retak dan mengalami penurunan di beberapa titik.

Dwi mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas dan mematuhi pembatasan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.

Sebelumnya, sebagian warga mengeluhkan kerusakan Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim) yang mengalami retak hingga amblas.

Salah satu warga Suprianto (42) mengatakan, kerusakan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi bermula dari retakan kecil yang sudah terlihat sebelumnya dan terus melebar hingga kondisi jalan menjadi seperti sekarang.

"Ini sudah satu mingguan ke sini. Awalnya memang retak-retak di sini, jadi perlahan retak-retak sehingga terjadi seperti ini keadaan jalannya," kata Suprianto di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Bina Marga Jakarta Timur selesai perbaiki jalan retak di Ciracas

Menurut Suprianto, jalan tersebut merupakan salah satu jalur alternatif utama yang menghubungkan wilayah Jakarta Timur dengan Bekasi, Jawa Barat.

Oleh karena itu, intensitas kendaraan yang melintas tergolong tinggi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |