Fadli sebut teater mampu merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia

2 months ago 28

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan bahwa teater memiliki peran strategis dalam merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

“Teater adalah ekspresi budaya yang sangat penting karena di dalamnya hadir berbagai unsur lokalitas dan keragaman ekspresi budaya. Kekayaan budaya kita bukan sekadar diversity, tetapi mega diversity, dan itu tercermin kuat dalam praktik teater di berbagai daerah,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Saat menutup Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 di Jakarta, Fadli mengatakan bahwa penyelenggaraan Festival Teater Indonesia sejalan dengan upaya negara dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.

“Festival Teater Indonesia ini menjadi ajang pertemuan antara praktisi, pendukung, dan penikmat teater dari berbagai wilayah Indonesia. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk menguatkan ekosistem seni pertunjukan,” ujarnya lagi.

Festival Teater Indonesia merupakan ruang temu lintas kota sekaligus wadah ekspresi bagi ekosistem teater tanah air. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi TITIMANGSA dan PENASTRI atau Perkumpulan Nasional Teater Indonesia, serta didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan.

Baca juga: Festival Lakon Nusantara digelar untuk mengangkat seni teater

Pada edisi perdananya, Festival Teater Indonesia mengangkat tema Sirkulasi Ilusi, yang menyoroti pertemuan antara realitas dan representasi dalam kehidupan kontemporer yang menjadi kerangka untuk memperluas peredaran gagasan, mempertemukan seniman lintas wilayah, serta memperkaya relasi antara karya sastra Indonesia dan panggung pertunjukan.

Sebelum pelaksanaan festival, FTI membuka Panggilan Terbuka pada 25 Agustus hingga 19 September 2025 dan menjaring 213 pendaftar dari 95 kabupaten/kota di 25 provinsi.

Dari proses seleksi tersebut, terpilih 16 kelompok dan seniman serta empat kelompok undangan yang menampilkan adaptasi karya sastra Indonesia.

Peserta mendapatkan dukungan pendanaan produksi serta pendampingan kuratorial guna memperkuat proses kreatif dan kualitas pertunjukan.

Ia pun berharap FTI dapat terus diperkuat sebagai ruang pertukaran, dialog, dan pengembangan kapasitas bagi para pelaku teater di Indonesia. Dirinya menilai FTI dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi budaya atau yang disebut dengan Cultural and Creative Industry

FTI Jakarta menghadirkan rangkaian pementasan teater alih wahana karya sastra Indonesia, mulai dari Burung Manyar Kita oleh Bengkel Seni Embun dari Ambon, Hikayat Asampedas/Aroma Bomoe oleh Serikat Teater Sapu Lidi dari Banda Aceh, Roh oleh Andi Bahar Merdhu dari Gowa, Panggil Aku Sakai oleh Rumah Kreatif Suku Seni Riau dari Pekanbaru, hingga Rintrik oleh Teater Kubur dari Jakarta Timur, yang seluruhnya dapat disaksikan secara gratis oleh masyarakat.

Baca juga: Teater "Di Balik Langit Gaza" dipentaskan di TIM 28 Desember

Baca juga: Teater Monoplay Melati Pertiwi sajikan kisah enam pahlawan perempuan

Baca juga: Wamenekraf sebut Drayang jadi cara pasarkan teater ke dunia

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |