Ekonom ingatkan pentingnya membangun Kopdes Merah Putih yang sehat

5 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengingatkan pentingnya memastikan Koperasi Merah Putih dapat beroperasi secara sehat dan berkelanjutan sebagai entitas bisnis, bukan sekadar memiliki bangunan fisik.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah target pemerintah mengoperasikan 20.000 hingga 30.000 Kopdes Merah Putih pada Agustus 2026, setelah sebelumnya sekitar 1.000 koperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur resmi beroperasi pada bulan lalu.

Menurut Yusuf, saat dihubungi di Jakarta pada Jumat, pembangunan fisik koperasi memang dapat dilakukan dalam waktu relatif cepat karena didukung anggaran dan tenggat yang jelas.

Namun, tantangan yang lebih besar adalah membangun kegiatan usaha yang mampu bertahan dan berkembang.

"Membangun usaha yang hidup membutuhkan modal kerja, rantai pasok yang berfungsi, pengelola yang kompeten, dan permintaan riil dari masyarakat," katanya.

Ia menambahkan target operasional ribuan koperasi dalam waktu singkat perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas usaha yang dijalankan.

Ia menilai keberhasilan program pada akhirnya tidak ditentukan oleh jumlah koperasi yang berdiri, melainkan oleh kemampuan koperasi menjalankan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Baca juga: Pengamat nilai kopdes dorong pemerataan lapangan kerja di desa

Baca juga: Pengamat: Skema penempatan manajer kopdes merah putih perlu diperjelas

Baca juga: Ekonom sebut Kopdes perlu buktikan mampu pangkas rantai distribusi

Menurut dia, apabila yang dihitung hanya jumlah bangunan atau unit koperasi yang selesai dibentuk, target tersebut mungkin dapat tercapai, namun belum tentu mencerminkan keberhasilan dalam menciptakan koperasi yang sehat secara bisnis.

Yusuf juga menyoroti aspek pembiayaan koperasi yang perlu mendapat perhatian.

Menurut dia, sebagian Koperasi Merah Putih dibentuk dengan dukungan pinjaman sehingga harus memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan yang memadai agar dapat memenuhi kewajiban keuangannya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pengalaman masa lalu menunjukkan sejumlah lembaga ekonomi desa dibentuk dengan target yang ambisius, tetapi kemudian kehilangan aktivitas usaha karena tidak memiliki model bisnis yang kuat.

Akibatnya, lanjut dia, bangunan dan kelembagaan tetap ada, tetapi fungsi ekonominya tidak berjalan sebagaimana diharapkan.

Yusuf menilai pemerintah perlu memastikan kesiapan model bisnis, kapasitas sumber daya manusia pengelola, rantai pasok, serta potensi pasar di masing-masing desa agar Kopdes Merah Putih dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca juga: Mendes: BUMDes dan Kopdes harus saling menguatkan di Program MBG

Baca juga: Inkopontren siapkan pesantren jadi rantai pasok Kopdes hingga MBG

Baca juga: Menkop: 1.061 Kopdes Merah Putih siap serap produk desa

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |