Kolaka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), melepas 25 orang masyarakat lokal di wilayah itu untuk belajar bahasa Mandarin serta mendalami etos kerja langsung ke Tiongkok sebagai upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing global.
Bupati Kolaka Amri saat ditemui di Kolaka, Jumat, mengatakan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal di tengah pesatnya investasi dan industrialisasi di sektor pertambangan daerah tersebut.
"Kita berada di tengah pesatnya perkembangan investasi. Kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kompetensi internasional akan semakin banyak dibutuhkan di masa-masa yang akan datang," kata Amri saat melepas keberangkatan peserta program bahasa Mandarin di Kolaka.
Ia menjelaskan bahwa para peserta yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat dari sekitar 200 pendaftar yang telah melewati berbagai tahapan, mulai dari seleksi akademik, wawancara, hingga tes kesehatan.
Baca juga: Lima daerah di Sultra raih penghargaan Kemendagri 2026
"Untuk batch (gelombang) pertama ini, terdapat 25 orang yang diberangkatkan. Insya Allah tanggal 10 Juni itu akan berangkat dari bandar udara (Bandara) Tanggetada ke Jakarta. Dan dari Jakarta ke Tiongkok," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program ini dibiayai melalui kolaborasi antara anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kolaka dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP)
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp672 juta melalui APBD untuk membiayai kebutuhan hidup para putra-putri daerah ini selama enam bulan di Tiongkok.
"Ini menggunakan dana APBD, ini uang rakyat yang kembali kepada kalian sebagai rakyat. Saya berharap ini bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dengan menjaga nama baik keluarga dan daerah," tuturnya.
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra/Andika
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































