Jakarta (ANTARA) - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai penyaluran bantuan tunai kepada keluarga korban banjir di Sumatera efektif membantu pemulihan ekonomi masyarakat.
Bhima yang dihubungi dari Jakarta, Kamis, mengatakan bantuan tunai dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan pekerjaan pascabencana.
Keterbatasan bahan makanan di lokasi banjir yang menyebabkan harga lebih mahal membuat korban perlu dibantu daya beli melalui bantuan tunai.
“Namun, agar lebih efektif, program tersebut harus berjalan paralel dengan dukungan infrastruktur perumahan, air bersih, dan sanitasi,” kata Bhima.
Bantuan tunai juga disarankan tidak hanya diberikan satu kali, melainkan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.
“Misalnya tambahan Rp5 juta tiga bulan mendatang, mengingat proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu panjang,” ujar dia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya mengatakan korban banjir di Sumatera akan menerima bantuan Rp5 juta per keluarga untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Penyaluran bantuan didasarkan pada data penerima yang ditetapkan pemerintah daerah dan ditandatangani bupati, wali kota, atau pemerintah daerah setempat, kemudian diverifikasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menambahkan Kemensos memiliki program dukungan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak bencana pada fase pasca kedaruratan.
Program itu diarahkan untuk membantu keluarga bangkit secara bertahap melalui pengembangan usaha maupun keterampilan, serta diintegrasikan dengan program kementerian dan lembaga lain sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Beberapa kementerian yang terlibat antara lain Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Koperasi, dan Kementerian Desa.
Ia mencontohkan, keluarga yang memiliki usaha mikro akan didampingi Kementerian UMKM, sementara penerima yang berpotensi menjadi pekerja migran akan mendapat pendampingan dari KP2MI.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































