Ed Sheeran jelaskan keberpihakannya atas konflik Palestina-Israel

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Musisi Ed Sheeran berbicara tentang keberpihakannya atas isu konflik Palestina dan Israel, imbas dari pencopotan Macklemore sebagai artis pembuka konser dalam rangkaian "The Loop Tour" yang sedang berlangsung.

Dalam konsernya di Lincoln Financial Stadium, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Sheeran membuka konsernya dengan membuat pernyataan tentang pandangannya tentang konflik tersebut. Dia mengaku sepanjang kariernya berusaha tidak berkomentar tentang politik karena menginginkan musik dan pertunjukan sebagai simbol persatuan dan kemanusiaan, bukan tentang perpecahan dan politik.

"Apa yang terjadi di Israel dan di Festival Musik Nova pada 7 Oktober sangat mengerikan dan memperparah penderitaan Yahudi selama berabad-abad. Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan, serta tidak proporsional. Hati kita bisa hancur oleh skala kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, nyawa anak-anak, dan ketidakadilan sistemik yang kita saksikan terjadi di Tepi Barat tidak dapat diabaikan," kata Ed Sheeran seperti disiarkan laman The Hollywood Reporter, Sabtu (19/9).

Baca juga: Ed Sheeran sampaikan tanggapan usai Macklemore dikeluarkan dari turnya

Sheeran mengatakan sudah berbicara dengan orang-orang dari berbagai kalangan untuk mencari cara agar dapat memberikan kontribusi yang membantu para korban pada masa-masa yang dia nilai mengerikan, lebih banyak mendengarkan serta belajar mengenai isu itu.

Dia kemudian melanjutkan bahwa selama ini tidak ingin mengecewakan penggemar dan menjadi seorang musisi aktivis. Kontroversi dengan Macklemore menaruh dia di tengah-tengah argumen tentang kebebasan berbicara dan isu politik paling kompleks.

Dia juga menyampaikan belum pernah membuka konser dengan membahas pemikirannya dan telah terbiasa dengan berbagai kritik terhadap karya-karyanya.

"Tetapi minggu ini, kritik itu tentang sesuatu yang jauh lebih penting, dan saya harus mengambil dan membuat keputusan yang sulit, dan saya membuat kesalahan, dan saya sangat, sangat menyesal," kata Ed Sheeran.

Pelantun lagu "Thinking Out Loud" itu mengatakan ingin konser musiknya selalu menjadi ruang yang aman bagi semua orang. Di sisi lain, menghormati komitmen kepada penggemar juga menjadi hal yang sangat penting bagi jati diri Ed.

Pemikiran tersebut menjadi alasan dirinya tetap tampil seorang diri dalam tur.

Baca juga: Macklemore sumbangkan satu juta dolar AS untuk bantu rakyat Palestina

Komentar Ed Sheeran ini menyusul reaksi negatif yang dihadapinya atas keputusannya untuk mencopot Macklemore yang seharusnya tampil dalam sesi pembuka konser dari tur dunianya di 22 kota di Amerika Utara.

Rapper tersebut dicopot usai menampilkan cuplikan Gaza dan membuat pernyataan dukungan untuk Palestina saat tampil di dua pertunjukan di Stadion MetLife, New Jersey, pada tanggal 4 dan 5 September.

Setelah pengumuman pencopotan Macklemore, para penampil pendukung Ed Sheeran, termasuk Aaron Rowe, Finneas O'Connell, Lukas Graham, dan band pengiring Beoga, mengumumkan bahwa mereka mengundurkan diri dari tur sebagai bentuk solidaritas dengan pemenang Grammy di balik lagu protes tahun 2024 "Hind's Hall."

Rowe dan Graham juga diharapkan untuk tampil sebagai pembuka untuk Sheeran bersama Macklemore di Philadelphia, namun, penyanyi "Shape of You" itu akhirnya tampil tanpa artis pembuka.

Baca juga: Finneas dan musisi lain urung tampil dalam tur Ed Sheeran

Baca juga: Rapper Macklemore beri dukungan pada Palestina lewat lagu barunya

Baca juga: Pink buka suara soal mengunggah ulang anti Macklemore

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |