Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh menyatakan bahwa dua jembatan nasional yang rusak terdampak bencana banjir di Aceh telah masuk dalam program prioritas oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk dibangun kembali secara permanen.
"Ada dua program prioritas terkait konektivitas pascabencana saat ini, yakni perencanaan pembangunan permanen Jembatan Teupin Mane dan Jembatan Krueng Tingkeum," kata Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi dalam keterangannya, di Banda Aceh, Kamis.
Kedua jembatan tersebut berada di wilayah Kabupaten Bireuen. Jembatan Krueng Tingkeum terletak di Jalan Nasional Banda Aceh – Medan KM 234, sementara Jembatan Teupin Mane terletak di Jalan Bireuen – Takengon (Aceh Tengah) KM 10.
Seperti diketahui, kedua jembatan tersebut roboh diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu, dan sementara ini sudah dibangun jembatan darurat (bailey), sehingga diperlukan perbaikan secara permanen.
Mawardi mengatakan, sejauh ini, Kementerian PU sudah mulai merencanakan pembangunan permanen untuk jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.
Baca juga: BNPB tekankan peralihan huntara ke huntap pemulihan bencana Sumbar
"Proyek ini menjadi solusi jangka panjang dalam memulihkan konektivitas masyarakat dan mobilitas ekonomi yang terdampak bencana," ujarnya.
Kata dia, pembangunan kembali jembatan tersebut merupakan salah satu dari dua program prioritas pemerintah pusat di wilayah Aceh, dan masuk dalam program reguler Kementerian PU dengan sumber pendanaan sepenuhnya berasal dari APBN.
Mawardi menjelaskan, pemasangan struktur permanen jembatan tersebut direncanakan akan dimulai pada 20 Januari 2026. Kendati demikian, jadwal tersebut tetap mengikuti hasil analisis dan kajian mendalam yang saat ini sedang berlangsung di lapangan.
Menurutnya, tim teknisi dari Kementerian PU sedang melakukan observasi mendetail mengenai karakteristik jembatan rangka baja (steel box bridge) yang bakal digunakan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan struktur bangunan memiliki efisiensi dan utilitas tinggi, serta mampu bertahan di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Tujuannya, menjamin keamanan konektivitas, kemampuan jembatan juga harus diuji secara ketat terkait tonase atau beban maksimal yang aman bagi para pelintas nantinya.
“Mengingat peran Krueng Tingkeum sebagai jalur vital, percepatan pembangunan menjadi fokus utama agar arus transportasi di lintas nasional tersebut kembali normal. Semoga segera rampung dan terlaksana sebagaimana mestinya,” demikian Mawardi.
Baca juga: BPH Migas pacu pemulihan energi di wilayah terdampak bencana Sumatera
Baca juga: Kemarin, pemulihan UMKM terdampak bencana hingga waspada penipuan BSU
Baca juga: Percepat pulihkan ekonomi Sumatra, Pokja Pemberdayaan dibentuk
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































