Manokwari (ANTARA) - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia mencatat penyelenggaraan Program Indonesia Pintar (PIP) pada 2025 telah menjangkau 36.879 siswa di Provinsi Papua Barat dengan total nilai bantuan mencapai Rp26,66 miliar.
Penerima PIP terdiri atas 19.487 siswa SD dengan total nilai bantuan Rp7,82 miliar, 9.118 siswa SMP senilai Rp5,60 miliar, 6.006 siswa SMA senilai Rp9,70 miliar, dan 2.268 siswa SMK senilai Rp3,53 miliar.
“Penyaluran beasiswa PIP merupakan instrumen strategis pemerintah menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak Papua,” kata Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma di Manokwari, Rabu.
Menurut dia, jumlah siswa SD yang mendominasi penyaluran PIP mencerminkan pemerintah fokus memperkuat fondasi pendidikan dasar di wilayah Papua Barat guna menekan angka putus sekolah sejak dini.
Baca juga: 4.148 pelajar di Jakbar terima beasiswa Program Indonesia Pintar
Jaminan terhadap akses pembiayaan pada jenjang pendidikan dasar berdampak positif terhadap upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua Barat di masa mendatang.
“PIP bukan sekadar bantuan tunai pendidikan, tetapi wujud kehadiran negara memastikan tidak ada anak Papua yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” katanya.
Ia mengatakan jenjang SMP merupakan fase krusial di mana banyak siswa di daerah menghadapi risiko putus sekolah akibat berbagai faktor, seperti kendala ekonomi keluarga dan jarak tempuh sekolah yang jauh.
Alokasi PIP untuk jenjang SMA telah disesuaikan dengan kebutuhan dengan harapan mampu menjaga konsistensi siswa dalam menyelesaikan pendidikan menengah dan bersiap melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Penyaluran PIP untuk siswa SMK bertujuan mendukung pendidikan vokasi agar lulusan SMK siap menjadi tenaga kerja lokal yang terampil dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut dia, beasiswa PIP agenda pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan yang adil dan merata, sekaligus mendukung pembangunan SDM secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Optimalisasi pelaksanaan PIP tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dalam hal penyediaan data siswa yang akurat sesuai data pokok pendidikan (dapodik) serta pengawasan orang tua terhadap penggunaan dana tersebut.
“Komite III DPD RI terus mendorong pengawasan dan evaluasi agar PIP memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Tanah Papua,” katanya.
Apabila dibandingkan dengan sejumlah provinsi di kawasan Indonesia timur, kata dia, realisasi penyaluran PIP di Papua Barat masih berada di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jumlah penerima PIP di Provinsi NTT 758.636 siswa dengan nilai total bantuan mencapai Rp545,34 miliar dan Provinsi NTB 470.957 siswa dengan alokasi bantuan senilai Rp312,93 miliar.
“Kalau Provinsi Papua 67.293 siswa dengan nilai Rp52,12 miliar dan Provinsi Maluku Utara nilai bantuan sebanyak Rp69,65 miliar untuk 92.844 siswa,” kata Filep.
Baca juga: Kemendikdasmen perpanjang aktivasi rekening PIP hingga 28 Februari ini
Baca juga: DPD RI ingatkan pemda di Papua Barat perbarui Dapodik untuk PIP 2026
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































