Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutongz.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulteng Asbudianto, di Palu, Rabu, mengatakan penetapan status siaga dilakukan karena jumlah titik api terus bertambah mencapai 17 titik yang tersebar di 17 desa di enam kecamatan.
“Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 21 hektare, meliputi kebun durian, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala,” katanya.
Baca juga: BPBD: 20 hektare kebun di Parigi Moutong terdampak karhutla
Ia menjelaskan kebakaran lahan yang mulai terjadi sejak Minggu (1/2) tersebut diperkirakan akibat aktivitas pembersihan lahan oleh masyarakat yang diperparah kondisi cuaca panas ekstrem tanpa hujan hampir selama satu bulan terakhir.
BPBD Sulteng, kata dia, hingga saat ini telah mengerahkan satu unit alat berat, satu unit mobil tangki air, serta belasan personel untuk membantu proses pemadaman di sejumlah kecamatan, antara lain Tinombo, Parigi Barat, Parigi Tengah, Parigi Utara, Parigi Selatan, Sidoan, dan Pangi.
“Di beberapa titik memang dimulai dari aktivitas pembakaran lahan. Namun, ada juga yang terbakar secara alami karena sebelumnya berupa padang alang-alang. Kami sudah siaga sesuai arahan gubernur dan mengirim satu unit mobil tangki air ke Parigi untuk membantu pemadaman,” ujarnya.
Baca juga: BPBD tambah bantuan kendaraan tangani karhutla di Parigi Moutong
Asbudianto menambahkan, tidak menutup kemungkinan status siaga tersebut akan ditingkatkan menjadi status darurat. Namun, kata dia, keputusan itu masih menunggu hasil kajian dari tim asesmen lapangan yang telah diturunkan BPBD Sulteng.
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































