Jakarta (ANTARA) - Dompet Dhuafa mengirimkan sebanyak 3.840 paket bantuan pangan untuk Palestina, dengan bobot total mencapai sekitar 100 ton.
Melalui keterangan di Jakarta, Rabu, Koordinator Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa, Shofa Quds mengungkapkan setiap paket bantuan berisi bahan pangan pokok lengkap, seperti beras, minyak, gula, kacang-kacangan, daging dan ikan kaleng, serta bumbu pelengkap.
Baca juga: Dompet Dhuafa bagikan parsel Lebaran ke Palestina
Ia menuturkan setiap paket sekitar 25–27 kilogram, dan dirancang untuk membantu satu keluarga Palestina bertahan hidup selama dua pekan.
"Setiap paket yang kami kirim adalah harapan baru bagi satu keluarga Palestina. Kami ingin memastikan mereka punya cukup makanan untuk dua pekan ke depan, setidaknya agar bisa melewati hari-hari sulit dengan sedikit lebih tenang," kata Shofa.
Shofa menjelaskan bantuan tersebut didistribusikan dengan lima truk kontainer besar, yang menuju wilayah Gaza serta perbatasan Yordania.
Ia menyebut pihaknya kini tengah mengupayakan adanya pengiriman bantuan secara berkala, serta lima kontainer tambahan yang segera diberangkatkan pada tahap berikutnya.
Menurut Shofa, penyaluran bantuan ini bukan sekadar mengirimkan logistik, tapi juga menghadirkan rasa persaudaraan dan kasih dari masyarakat Indonesia kepada mereka yang sedang berjuang di tengah keterbatasan.
Baca juga: Baznas RI siapkan 55.000 paket bantuan pangan untuk warga Palestina
Baca juga: Dompet Dhuafa dirikan dapur darurat salurkan makanan untuk Palestina
"Bantuan ini adalah bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas negara. Dari Indonesia, kami ingin terus membawa semangat solidaritas bagi Palestina," ujarnya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Shofa berharap Dompet Dhuafa dapat terus menjaga aliran bantuan dan harapan bagi rakyat Palestina, khususnya di masa-masa sulit menjelang musim dingin dan Ramadhan.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































