Dokter jelaskan empat klasifikasi penderita diabetes melitus

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Wirawan Hambali menjelaskan empat klasifikasi penderita diabetes melitus, penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan glukosa darah akibat ketidakmampuan pembuangan insulin, aksi insulin, atau kombinasi keduanya.

Dalam acara temu media di Jakarta pada Kamis, dr. Wirawan Hambali, Sp. P.D, FINASIM menyampaikan bahwa secara umum klasifikasi penderita diabetes melitus meliputi penderita diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus gestasional, dan diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain.

Lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa diabetes melitus tipe 1 terjadi karena rusaknya sel beta di dalam pankreas, yang membuat tubuh penderitanya mengalami defisiensi insulin absolut.

Diabetes tipe 1 bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, tetapi bisa juga tidak diketahui pasti penyebabnya (ideopatik).

Diabetes tipe 1 seringkali muncul pada usia muda dan kebanyakan penderitanya memiliki postur tubuh yang kurus.

Sedangkan penderita diabetes tipe 2, menurut dr. Wirawan, umumnya berperawakan gemuk.

"Jadi semakin gemuk, tubuh itu akan resisten terhadap insulin. Insulin tidak bisa bekerja secara maksimal dan kalau terjadi terus menerus, gula darah akan meningkat. Makanya kenapa orang DM tipe 2 itu memang salah satu perawakannya gendut-gendut," ia menjelaskan.

Menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah itu, sebanyak 95 persen penderita diabetes terkena diabetes tipe 2.

Ia mengatakan bahwa diabetes melitus tipe 2 bervariasi, ada yang dominan resistensi insulin disertai dengan defisiensi relatif, ada pula yang dominan defek sekresi insulin disertai dengan resistensi insulin.

Baca juga: Penderita diabetes disarankan tetap berolahraga sebelum berbuka puasa

Dokter Wirawan menyampaikan bahwa diabetes melitus gestasional dapat didiagnosis semasa kehamilan pada perempuan yang sebelum hamil tidak memiliki riwayat diabetes.

Sementara diabetes tipe spesifik yang berkaitan dengan penyebab lain, menurut dia, bisa berupa sindroma diabetes monogenik sampai gangguan pada fungsi pankreas seperti penyakit eksokrin pankreas.

Diabetes tipe ini juga dapat terjadi karena penggunaan obat atau zat kimia seperti glukokortikoid, obat untuk terapi HIV/AIDS, atau pengobatan setelah transplantasi organ.

Dokter Wirawan menekankan bahwa diabetes bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Baca juga: Dokter tekankan pentingnya penanganan dini luka kaki pasien diabetes

Baca juga: Makan sayur sebelum sumber karbohidrat hambat lonjakan gula darah

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |