Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyalurkan bantuan pangan berupa ikan sebanyak 2,1 ton untuk masyarakat dan relawan pengelola dapur umum, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kepedulian sosial dan ketahanan pangan.
Kepala DKP Provinsi Kalsel Rusdi Hartono menyampaikan bahwa bantuan ikan ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam menghadirkan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat, khususnya pada kegiatan keagamaan yang melibatkan jamaah.
Baca juga: Mabes Polri kirim 750 personel pengamanan haul Guru Sekumpul di Kalsel
“Melalui momentum 5 Rajab dan pengajian rutin Malam Senin di Sekumpul, kami berupaya menghadirkan dukungan pangan yang sehat dan bergizi. Ini adalah wujud kepedulian pemerintah sekaligus semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa.
Ia mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan konsumsi jamaah yang hadir serta meringankan beban para relawan selama pelaksanaan kegiatan.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas ikan peda, ikan lajang, dan ikan patin, dengan rencana pendistribusian dilakukan pada Kamis atau Jumat, H-2 hingga paling lambat H-1 sebelum puncak kegiatan.
Rusdi menambahkan jumlah bantuan ikan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2024, bantuan yang disalurkan sekitar 1,2 ton, pada tahun ini meningkat menjadi 2,1 ton.
“Alhamdulillah, ada peningkatan jumlah bantuan. Semoga ikan yang kami salurkan dapat membantu kebutuhan konsumsi jamaah, memperkuat kebersamaan, serta mendukung kelancaran kegiatan pengajian,” tuturnya.
Baca juga: Bupati Banjar pantau posko dan dermaga jelang Haul Guru Sekumpul
Baca juga: Kapolri sumbang empat sapi limosin untuk dukung Haul Guru Sekumpul
Ia berharap seluruh upaya dan kontribusi yang dilakukan Pemprov Kalsel dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan dapat membawa keberkahan dan manfaat luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bernilai ibadah dan membawa keberkahan bagi semua,” pungkasnya.
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































