DKI siap cari CSR untuk pengembangan sistem keamanan di Gandaria Utara

3 months ago 45

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mencarikan dukungan tanggung jawab sosial dari perusahaan (corporate social responsibility/CSR) untuk pengembangan sistem keamanan lingkungan di RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Sistem keamanan harus juga dipikirkan, di saat mati lampu bagaimana caranya. Kalau belum ada begitu besok udah dipikirkan, kita carikan CSR-nya,” kata Wakil Gubernur DKI Rano Karno di RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu.

Menurut Rano, inovasi keamanan lingkungan seperti penggunaan kartu akses dan CCTV perlu dikembangkan dengan dukungan teknologi yang memadai agar tetap berjalan saat terjadi pemadaman listrik.

Rano menilai sistem keamanan yang dibangun di RT 11 RW 07 Gandaria Utaral ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta.

Menurut dia, keberhasilan inovasi keamanan lingkungan tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan masyarakat.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan selamat kepada masyarakat RT 11 RW 07. Mudah-mudahan ini kalau bisa dicontoh,” ucapnya.

Kemudian, Rano juga menilai penerapan sistem tersebut awalnya kemungkinan mendapat penolakan dari sebagian warga, namun akhirnya diterima setelah manfaatnya dirasakan langsung.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut dia, akan mendorong agar sistem serupa dapat diterapkan di wilayah lain melalui pelatihan bagi masyarakat.

“Artinya siap dong untuk memberikan pelatihan. Siap! Kita undang beberapa kampung kita terapkan sistem ini,” katanya.

Adapun warga di RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, memasang gerbang berbasis teknologi digital dan penggunaan perangkat GPS untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor sebagai inovasi memperkuat keamanan lingkungan.

"Berawal dari kegelisahan masyarakat karena banyaknya aksi curanmor. Dari situ kami kumpulkan aspirasi warga setiap bulan hingga tercetus ide membuat gerbang berbasis teknologi," kata Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori (43).

Gerbang yang dipasang berbeda dari portal konvensional. Sistemnya menggunakan kartu akses (access card) yang telah didaftarkan untuk masing-masing kepala keluarga (KK).

Gerbang tersebut hanya diaktifkan pada malam hari, yakni pukul 00.00 hingga 05.30 WIB.

Baca juga: Warga Gandaria pasang gerbang canggih dan GPS untuk cegah curanmor

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |