Meulaboh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan akses jalan menuju ke kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, hingga saat ini putus total setelah ruas jalan yang sudah dibangun pemerintah daerah bersama TNI putus akibat tergerus banjir ketika aliran sungai meluap.
“Terdapat dua titik tanggul yang rusak atau jebol akibat banjir pada ruas Jalan Jambak – Sikundo,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald kepada wartawan, Jumat.
Adapun titik pertama tanggul yang jebol yaitu berada di depan Kantor Kepala Desa (Keuchik) Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, namun kondisi badan jalan masih aman dilintasi.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat: Akses jalan ke KAT Sikundo tidak lagi terisolasi
Kemudian di titik kedua, kata dia, yaitu titik penanganan tiga yaitu selain merusak tanggul, bencana banjir juga mengikis badan jalan hingga putus total, sehingga tidak bisa dilintasi oleh masyarakat.
Teuku Ronald mengatakan perbaikan kerusakan tanggul dan badan jalan yang rusak di kawasan tersebut harus menunggu kondisi air surut, karena saat ini di lokasi kejadian air masih belum sepenuhnya surut.
BPBD Aceh Barat menyarankan agar adanya pemanfaatan jalan elak/alternatif pada titik tiga yaitu melalui gunung dan bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.
“Perbaikan kerusakan ini bisa selesai satu hari jika menggunakan alat berat jenis ekskavator,” kata Plt Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronald.
Baca juga: Komunitas Adat Terpencil Aceh Barat tempati rumah bantuan pemerintah
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































